RADAR JOGJA – PSS Sleman gagal meraih satupun poin dalam tiga pertandingan awal BRI Liga 1 2024/25.
Tercatat, PSS selalu menelan kekalahan dengan kebobolan empat gol dan gagal mencetak satupun gol.
Hal itu menjadi bukti musim ini lebih buruk dari dua musim sebelumnya.
Pada musim 2022/23, PSS mampu meraih dua poin dalam tiga pertandingan awal.
Meskipun menelan kekalahan 1-2 kontra PSM, dalam dua laga selanjutnya Laskar Sembada meraih hasil imbang 3-3 kontra Rans Nusantara dan 0-0 kontra Arema.
Pada musim selanjutnya 2023/24, PSS berhasil amankan kemenangan di laga pembuka kontra Bali United dengan skor tipis 0-1 dari gol Ricky Cawor.
Dua laga selanjutnya, PSS ditahan imbang Persis 2-2 di kandang dan takluk dari PS Barito Putera 3-1 dalam laga tandang.
Jika dibandingkan dengan dua musim sebelumnya, musim ini Laskar Sembada tentu saja memiliki rapor yang sangat buruk.
Padahal, seperti yang dikatakan Presiden Direktur PSS, Gusti Randa pada awal sebelum kompetisi, target utama musim ini bagi Laskar Sembada adalah finis di peringkat enam besar.
Memang ini masih awal musim, namun tiga kekalahan ini bakal menjadi beban besar bagi PSS jika ingin mencapai target itu.
Apalagi kasus pengaturan skor pada tahun 2018 yang berimbas pada musim ini dimana Laskar Sembada mendapatkan pengurangan tiga poin.
Tentu saja target untuk finis di enam besar pada akhir musim bakal menjadi lebih berat lagi.
Kini, BRI Liga 1 tengah terhenti karena jeda internasional dan PSS bakal memulai lagi pertandingan pada 12 September.
Lawan yang bakal dihadapi merupakan juara regular series musim lalu, Borneo FC Samarinda.
Jika diwaktu jeda ini tidak ada perubahan, tak ayal Laskar Sembada bakal semakin terjerumus.
PSS masih mendekam di dasar klasemen dengan koleksi -3. Waktunya bangkit Man. (uta)
Editor : Bahana.