Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persis Solo Gunakan Tujuh Pemain Asing, Kendala Bahasa Menjadi Masalah Utama Laskar Sambernyawa Gagal Meraih Poin di Dua Laga Awal

Satria Putra Sejati • Kamis, 22 Agustus 2024 | 22:54 WIB
skuad Persis Solo dalam pertandingan kontra PSIS Semarang
skuad Persis Solo dalam pertandingan kontra PSIS Semarang

RADAR JOGJA – Kendala perbedaan bahasa yang beragam menjadi masalah utama Persis Solo di awal musim BRI LIga 1 2024/25 dimana mengakibatkan kurangnya chemistry antar pemain.

Tercatat, Persis menggunakan jasa tujuh pemain asing dimana ketujuh pemain itu berasal dari tujuh Negara yang berbeda.

Edouardo Kunde (Jerman), Ricardo Lima (Brazil), Gonzalo Andrada (Uruguay), Sho Yamamoto (Jepang), Moussa Sidibe (Mali), Facundo Aranda (Argentina), dan Karim Rossi (Swiss).

Untuk mengantisipasi hal itu, manajemen Persis ingin merekrut penerjemah.

Tetapi, tentu saja hal itu tidak mudah, kenapa?

Direktur Bisnis Persis, Arizal Perdana Puta mengakui kendala itu menjadi penyebab gagalnya Laskar Sambernyawa meraih poin dalam dua laga pertama dan dia juga membebarkan sulitnya mencari penerjemah yang pas.

“Manajemen tidak diam saja,” kata Arizal.

“Kami sudah berusaha mencari interpreter (penerjemah) dan lain sebagainya. Namun saat ini agak kesulitan menemukan interpreter yang cocok. Karena pemain kan ada yang menggunakan bahasa Spanyol dan Portugis. Itu memang agak kurang lazim di Liga Indonesia,” lanjutnya.

Untuk itu, Arizal meminta pemain dan pelatih bisa memaksimalkan sumber daya yang ada dengan manajemen juga berusaha mendatangkan penerjemah yang tepat.

“Saat belum bisa mendapatkan support yang diinginkan, harus dimaksimalkan apa yang ada. Bagaimana caranya, pasti yang sesuai style dari coach Milo. Karena manajemen tidak akan intervensi apa-apa,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih Persis, Milomir Seslija juga mengakui kendala bahasa menjadi masalah utama skuadnya awal musim ini.

Namun, pelatih asal Bosnia dan Herzegovina mengatakan untuk empat pemainnya seperti Lima, Gonzalo, Rossi dan Facundo bisa memakai satu bahasa yakni Spanyol.

Di lain sisi, ketika dalam pertandingan, Milo menegaskan bahwa para pemain tidak memahami komunikasi satu sama lain.

“Kami punya batasan dalam Bahasa,” ucap Milo.

“Namun masalah terbesar di tim saya adalah pemain saya tidak berkomunikasi satu sama lain saat ada di lapangan,” tegasnya. (uta)

Editor : Bahana.
#kendala #Persis Solo #perbedaan bahasa #BRI Liga 1 #milomir seslija #laskar sambernyawa