RADAR JOGJA – Aimee Francienne, pebasket putri 3x3 DIY yang mewakili Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang FIBA 3X3 U-23 Nations League 2024 Kuala Lumpur, Malaysia, berhasil menjadi top skor di stop 6 dan mengalahkan atlet-atlet dari negara lain.
Aime yang berhasil mengalahkan atlet 3x3 nasional yang lainnya pada ajang tersebut berhasil mengantongi 19 poin. Pada peringkat kedua stop 6 berhasil diduduki oleh Wong Chah Yee atlet asal Malaysia yang berhasil mengantongi 19 poin.
Lalu pada peringkat ketiga ada atlet asal New Zealand Maia Riley Jones yang mengantongi 17 poin. Di peringkat keempat ada Elaine Chong Hui Lin dari Malaysia yang mendapatkan 16 poin, dan di peringkat kelima ditempati oleh Dominique Anastasia Stephens atlet asal New Zealand dengan perolehan 16 poin.
Manajer Timnas 3x3 Putri Andreas Candra Wibowo menjelaskan penampilan Timnas 3X3 Putri yang diperkuat Aimee Francienne, Angelica Jennifer Candra, Lidwina Ruth, Riratri, dan Sabrina Ayu Sandewang mengalami progres positif di setiap game. Grafik penampilan mereka membaik di Asia 1 hingga membuat Aimee mampu menjadi pencetak poin terbanyak di Stop 6."Bahkan di stop 5, Timnas 3X3 Putri sempat menempati peringkat ketiga," ucapnya, Selasa (7/8).
Selain perolehan tersebut, Timnas 3x3 Putri Indonesia juga berhasil menduduki peringkat empat besar dalam perjalanan di ajang FIBA 3X3 U23 Nations League 2024. Di posisi tersebut, Timnas 3x3 Putri lebih unggul dari Arab Saudi dan Qatar.
Timnas Indonesia berhasil mengunci peringkat tersebut di klasemen akhir FIBA 3X3 U23 Nations League Asia 1 usai mengoleksi enam kemenangan dan enam kekalahan dari perjuangan selama 6 stop di Berjaya Times Square. Aimee dan kawan-kawan berhasil mengemas kemenangan masing-masing atas Qatar empat kali. Kemudian dua kemenangan lainnya dicatatkan saat ketemu Arab Saudi.
Menurut Andreas, selama mengikuti ajang FIBA 3X3 U23 Nations League 2024 itu menjadi pengalaman yang luar biasa bagi para atlet. Sebab, setiap negara diperbolehkan untuk memboyong pemain yang berada dalam long list untuk bersaing dengan 6 kali stop.
Ini adalah kesempatan langka dan besar manakala kami bisa adjust dan improve ketemu tim yang sama beberapa kali dengan roster yang berbeda. “Selain itu, ini juga berguna sekali bagi pemain dan pelatih untuk dapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa," ujarnya. (ayu).