RADAR JOGJA - Pengda Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY desak pemerintah provinsi (Pemprov) DIY agar sediakan sirkuit permanen untuk cabang olahraga (Cabor) balap motor dan drag bike di Yogyakarta.
Kabid Olahraga Sepeda Motor IMI DIY Arief Budhi mengungkapkan para pembalap di DIY dari dulu hingga sekarang masih terkendala untuk latihan rutinnya karena di Jogjakarta tidak punya sirkuit yang permanen dan mempunyai standar nasional.
"Kami latihan biasanya hanya di Mandala Krida dan Sirkuit Lanud Gading Wonosari. Tapi Kalau kami mau latihan yang serius atau mau ikut lomba kami mesti harus lari ke Boyolali atau ke Sirkuit Mijen Semarang," jelasnya, Rabu (31/7).
Menurut Arief, Jogjakarta merupakan gudang para atlet pembalap yang sangat potensial. Akan tetapi jika mereka tidak diwadahi dan diberi fasilitas yang memadai untuk latihan, maka tetap akan sama saja atau tidak akan maju.
"Kalau atlet, kami yakin bibit-bibit baru pasti akan muncul. Tapi harapan kami kapan pemerintah daerah bisa menyediakan sirkuit permanen untuk kami," tegasnya.
Arief mengungkapkan, sebenarnya sejak tahun 2016 lalu, pihak Pengda IMI DIY sudah mencoba sounding ke pemerintah terkait untuk pengadaan sirkuit tersebut. Akan tetapi hingga detik ini pemerintah belum menindaklanjuti untuk sirkuit permanen itu.
"Bahkan dulu kami pernah mau dibuatkan tapi gak jadi, malah lahannya jadi Jogja Bay," lontarnya.
Maka dari itu, sebagai perwakilan dari Pengda IMI DIY Arief berharap agar pemerintah daerah bisa mengadakan sirkuit permanen untuk para atletnya agar bisa menyumbangkan prestasi bagi DIY.
"Saya rasa kalau di Jogja banyak lahan yang bisa dipakai, seperti sultan ground untuk dijadikan sirkuit. Tinggal bagaimana pemerintah menyikapi hal itu," tandasnya. (ayu).
Editor : Satria Pradika