RADAR JOGJA - Pengda Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DIY siap menuntaskan beban yang diberikan KONI DIY untuk bisa membawa pulang dua medali emas pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Pelatih tim balap sepeda PON DIY Abdul Rahman menjelaskan, di waktu yang sudah memasuki tahap pra kompetisi saat ini, timnya terus berlatih dan bekerja keras demi memenuhi target dua emas itu.
"Semua persiapan telah kami lakukan dan saat ini kami sudah masuk tahapan pra kompetisi. Untuk itu, kami lebih banyak melakukan uji coba atau ikut kejuaraan sebagai persiapan sekaligus mengukur kesiapan atlet kami," jelasnya di kantor KONI DIY, Jumat (5/7).
Pada ajang PON 2024 nanti, tim balap sepeda DIY akan mengirimkan 10 atlet terbaiknya di tiga divisi berbeda, road race, MTB, dan BMX. Di divisi road race terdapat enam atlet yakni Shafa Al Zahra, Rangga Adi Saputra, Dimas Nur Fadhil Risqi, Nayla Chintya Putri, Sabrina Safinia Tsaqif, dan Ahmad Dzulaiman.
Di divisi MTB dengan dua atlet, Salma Amelia Putri, FX Elneno Christian Indi, dan untuk divisi BMX juga dua atlet yakni Reyna Djana Feminisa dan Arabella Billgies Giullani.
Abdul Rahman mengungkapkan, dari hasil uji coba yang telah dijalani para atletnya dalam waktu terdekat di divisi road race, salah satu atlet andalan DIY, Shafa Al Zahra sukses meraih gelar juara pada ajang kejuaraan balap sepeda di Boyolali.
Selain itu, hasil positif lainnya juga ditorehkan atlet putri divisi MTB, Salma Amelia Putri yang juga membawa pulang medali perak dan perunggu di ajang Kejurnas MTB, di Batam pekan lalu.
Untuk divisi BMX saat ini ada dua atlet DIY yang juga tengah ambil bagian dalam Kejurnas BMX yang berlangsung di Youth Center DIY. Selain itu, untuk divisi road race, tim DIY juga sedang mengikuti kejuaraan balap sepeda di Tegal.
"Tapi dari hasil sementara jelas menunjukkan bahwa atlet-atlet kami saat ini sudah siap untuk tampil maksimal di ajang PON mendatang," ucapnya dengan penuh percaya diri.
Abdul Rahman menyatakan, di ajang PON XXI 2024 nanti yang akan menjadi pesaing utama dan ganjalan tim DIY adalah kontingen Jawa Timur. Sebab baginya kontingen Jatim itu memiliki kekuatan yang merata di semua divisi. "Jadi mereka ini tim pesaing utama kami. Kalau di BMX, pesaing lain datang dari Sumsel," tegasnya.
Ia juga menyatakan, di ajang PON mendatang, tidak ada nomor unggulan dari tim balap sepeda kontingen DIY. Sebab, baginya semua atlet yang akan berangkat serta semua divisi itu merupakan andalan dari DIY.
"Sepertinya kami optimistis anak-anak kami ini bisa memberikan yang terbaik untuk DIY. Dengan adanya batasan usia U-21, maka persaingan akan ketat di semua nomor, karena atlet-atlet ini masih sangat berimbang kemampuannya," ujarnya. (ayu/laz)