RADAR JOGJA - PSS Sleman telah menjalani latihan intensif guna mempersiapkan diri jelang kompetisi BRI Liga 1 2024/2025. Pelatih kepala baru hadir sejak Senin (1/7) lalu dan langsung memimpin latihan setiap sore di Lapangan Pakembinangun, Sleman.
Dalam beberapa hari, pelatih yang akrab disapa Coach Lopes sudah memimpin latihan skuat PSS dengan kedatangan beberapa pemain baru. Pelatih asal Jepang itu mengaku mengapresiasi kedisiplinan dari para pemainnya saat menjalani latihan.
"Mereka memiliki kedisiplinan bagus dalam menjalankan instruksi dan taktik yang disampaikan pelatih. Secara komunikasi, koneksi antarpemain sudah terlihat bagus dan saling memahami satu dengan yang lain," ucapnya Jumat (5/7).
Untuk materi latihan, kali ini Wagner Lopes memberikan latihan kebugaran dan taktikal untuk para anak asuhnya. Hal itu dilakukan agar kondisi para pemain tetap terjaga saat berada di lapangan.
Selain itu, kolega Hidetoshi Nakata di Timnas Jepang pada Piala Dunia 1998 ini menyebutkan, materi latihan hari ini juga berupa sirkulasi bola, penguasaan bola, menekan, dan internal game di lapangan kecil.
"Dari materi latihan itu tim pelatih juga menekankan komunikasi kerja sama. Tujuannya untuk memudahkan pergerakan para pemain ketika menghentikan serangan dari lawan dengan menutup jalur umpan," ungkapnya.
Secara pribadi, Wagner Lopes mengaku saat ini masih akan terus melakukan pengamatan dan evaluasi secara menyeluruh dari program dan materi latihan yang diberikan. Kemudian pelatih yang berusia 55 tahun itu akan melaporkan hasil latihan per individu dari seluruh pemain di tim Super Elja ini.
"Saya menunggu laporan dari tim analis secara lengkap untuk satu minggu ini. Sehingga saya jadi tahu apa yang dibutuhkan mengenai posisi pemain di dalam tim," jelasnya.
Ia juga menyatakan saat ini pihaknya masih ingin memperbaiki ke dalam timnya dengan memperbanyak internal game di akhir sesi latihan. Ia tidak ingin terburu-buru untuk mengadakan uji coba.
"Secara program taktikal, tim pelaih menggelar latihan yang menjadi bagian dari situasi pertandingan. Contohnya dua lawan dua, tiga lawan tiga dan dua lawan tiga. Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki," tandasnya. (ayu/laz)