RADAR JOGJA - Pengurus daerah (Pengda) Federasi Hoki Indonesia (FHI) DIY kesulitan mencari tempat latihan para atletnya. Sebab di DIY sendiri belum ada lapangan yang standar untuk latihan.
Sekertaris umum Pengda FHI DIY Aries Winantyo mengungkapkan, di DIY, lapangan yang sesuai dengan standar nasional hanya di GOR Pancasila UGM. Namun itu hanya lapangan indoor saja. Belum ada untuk outdoor.
"Ukurannya sudah sesuai. Kalau di GOR Klebengan panjangnya tidak memenuhi syarat," katanya, Rabu (29/5).
Pengda FHI DIY sendiri berharap agar ke depan pemda bisa menyediakan lapangan khusus cabor hoki. Baik indoor atau outdoor. Dengan adanya lapangan khusus, kata dia, setidaknya DIJ bisa menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan hoki. “Baik yang nasional atau internasional," jelasnya.
Bukan tanpa alasan Pengda FHI DIY meminta lapangan. Aries menyebut, saat ini cabor Hoki di DIY sudah mulai berkembang. Dilihat dari seleksi pemain U-17 yang pernah diadakan. Aada atlet putri sejumlah 40 orang dan putra 40 orang dari seluruh wilayah DIY. "Jadi mulai merata untuk di DIY," tegasnya.
Bagaimana soal pembibitan atlet? "Sudah banya lah mulai dari anak SD, SMP itu sudah ada," ucapnya.
Dia mendorong agar para atlet-atlet hoki DIY bisa lebih berprestasi terus ke depannya. Tak hanya itu saja Aries juga ingin olahraga hoki itu tidak dipandang sebelah mata. Karena dari dulu DIY itu menjadi acuan untuk tim-tim yang lainnya.
Namun di beberapa tahun belakangan prestasi DIY merosot. "Kami ingin mengembalikan nama besar cabor Hoki DIY agar bisa tampil di ajang event olahraga nasional," tandas Aries. (ayu/pra)
Editor : Satria Pradika