RADAR JOGJA - Empat atlet pelajar DIY cabang olahraga atletik dipanggil menjadi bagian kontingen Indonesia untuk ajang 13th ASEAN Schools Games 2024. Ajang ini akan dihelat 29 Mei- 9 Juni di Da Nang, Vietnam. Mereka adalah atlet yang lolos seleksi pada Kejuaraan Atletik Jatim Open 2024 lalu.
Keempat atlet tersebut satu dari Kabupaten Bantul dan tiga dari Kabupaten Sleman. Mereka adalah M Arif Suhartoyo (lari 500 M di Jatim Open), Alexandra Clara Bella (juara 800 M dan 1.500 M di Jatim Open), Alisa Nur Azizah (Juara 1 nomor 400 M di Jatim Open), dan Mutiara Oktarani (Atlet Pelatnas).
Ketua (Pengda) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY Bambang Dewanjaya menjelaskan, Kejuaraan Atletik Jatim Open 2024 lalu itu dari informasi yang didapat dari Pengurus Besar (PB) PASI, "Itu bisa memotivasi atlet-atlet remaja junior supaya bisa berprestasi lebih baik lagi dan bisa menjadi wakil DIY maupun Indonesia di kejuaraan-kejuaraan yang lebih tinggi," jelasnya, Selasa (28/5/2024).
Bambang optimistis empat atlet atletik DIY itu bisa meraih medali di ajang 13th ASEAN Schools Games 2024. Sebab menurutnya kalau levelnya di ASEAN Schools Games itu lebih enteng daripada di Asia. Sebab, di Asia ada Jepang, Korea, dan Cina.
Tak lupa Bambang juga meminta doa restu kepada masyarakat DIY agar keempat atlet tersebut bisa berprestasi, menyumbangkan medali, dan menjadi kebanggaan Indonesia ataupun DIY. Mutiara Oktarani harusnya bisa meraih medali. Demikian juga di nomor estafet 4 x 400.
Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Djoko Pekik Iriyanto sangat mengapresiasi bahwa pembinaan atlet dikalangan pelajar itu berjalan dengan bagus."Nanti akhirnya mereka juga akan menjadi atlet DIY," cetusnya.
Djoko Pekik juga berharap dengan adanya empat atlet lagi yang akan ambil bagian di ajang 13th ASEAN Schools Games 2024 itu. Maka hal itu bisa menjadi bagian dari pembinaan di usia muda, karena mereka masih pelajar.
Tak hanya itu saja, di antara empat itu ada atlet yang sudah KONI DIY siapkan untuk Pemusatan latihan daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Sehingga harapannya juga dengan adanya event itu bisa menjadi tolok ukur proses pelatihan mereka agar bisa meraih hasil yang lebih baik lagi. (ayu/din)
Editor : Satria Pradika