Pada laga grand final tersebut tim Esport UGM berhasil mengalahkan tim Esport UTY Chronos.
Esport Campus Leader Kejurda DIJ ini diikuti oleh 10 tim yang berasal dari perguruan tinggi se-DIJ.
Dalam grand final terdapat empat tim yang melaju yakni, UTY Chronos, UGM Digdaya, Amikom Esports dan UNISI RVOP.
Empat tim ini berlaga di nomor game Mobile Legends Bang-bang.
Ketua umum ESI DIJ Brigjen TNI Rahmat Pudji Susetyo mengatakan di DIJ ini mempunyai banyak perguruan tinggi berdiri.
Dan Esport Campus Leader Kejurda DIJ 2024 ini merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan Pengda ESI DIJ dalam mencari bibit unggul untuk pembinaan.
"Dan ini mudah-mudahan menjadi batu loncatan bagi para atlet untuk menjadi lebih baik, lebih profesional," tegasnya (20/5).
Menurut Rahmad saat ini olahraga Esports ini merupakan cabang olahraga (cabor) yang cukup menjanjikan dan banyak digemari oleh anak muda serta juga sedang mengalami perkembangan yang pesat.
"Ini adalah olahraga masa depan, kita suport dan pada kesempatan ini saya sampaikan terima kasih untuk semua pihak yang mendukung acara ini," katanya.
Tak hanya itu saja, Rahmad juga berharap agar Esport Campus Leader Kejurda DIY 2024 dapat menghasilkan para juara serta atlet yang berbakat.
Nantinya juga harapannya atlet-atlet itu juga dapat menghasilkan prestasi untuk DIY di kancah Nasional.
"Ini memang event yang bagus untuk pembibitan, kita akan cari bibit-bibit yang bagus ini untuk pembinaan-pembinaan di masa depan," harapnya.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DIY Agung Nugroho mengaku sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Esport Campus Leader Kejurda DIY 2024 ini.
Sebab baginya olahraga Esports ini merupakan cabor yang unik dan banyak diminati oleh masyarakat
"Ini baru pertama kali ini. Esport adalah olahraga unik, tak harus di venue yang besar di kafe pun bisa dilaksanakan," ujarnya.
Agung juga berharap ESI DIY dapat menyiapkan atletnya dengan serius.
Sebab menurutnya, Kejurda DIY ini bisa jadi sarana untuk mencari atlet-atlet terbaik untuk disiapkan dengan maksimal di Kejurnas dan Pra PON 2027 mendatang.
"Tantangan empat tahun kedepan tentu cukup berat. 2021 lalu, Esport jadi olahraga eksebisi di PON. 2024 di Aceh dan Sumut dipertandingkan secara resmi. Kami berharap, 2028 nanti, E-Sport DIJ bisa lolos ke PON di NTT dan NTB," tandasnya.
Editor : Bahana.