RADAR JOGJA - Menjadi kapten, bagi Octavianti Dwi Nurmalita adalah tantangan tersendiri. Sebab, dia harus mengoordinasi pemain yang lain. Apalagi untuk berlaga di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
RIZKY WAHYU / RADAR JOGJA
Bagi Octavianti, menjadi kapten tim sepak bola ini adalah pengalaman pertama baginya. Namun walaupun demikian dia tetap optimistis untuk bisa membawa timnya meraih hasil yang terbaik di PON mendatang. Mengingat ini adalah sejarah bagi tim sepak bola putri DIY.”Kami merasa bangga banget bisa lolos PON tahun ini, " ujarnya.
Berlaga di PON adalah kebanggan baginya. Namun, dia juga punya kebanggan lain. Yakni pernah dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Wanita Indonesia di ajang AFC Women's Asian Cup 2022 atau Piala Asia Wanita 2022 di Mumbai, India. Juga ke Piala Asia Wanita AFC 2022 lalu.
Tak hanya itu saja, Oktavianti ternyata juga pernah memperkuat tim Persiba (Balikpapan) Female dalam kompetisi Liga Futsal Profesional 2021.
Meski kerap mengikuti berbagai ajang Internasional, nama Octavianti Dwi Nurmalita bersama dengan Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia belum begitu bersinar.
Saat ini wanita kelahiran 25 Oktober 1998 itu
bersama teman-temannya sedang berjuang keras menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON demi mengharumkan nama DIY di ajang PON tersebut.
"Sejauh ini saya dan teman-teman latihannya cukup baik. Kami benar-benar mempersiapkan untuk PON besok. Yang pasti kami berusaha sangat keras," jelasnya.
Octavianti Dwi Nurmalita berharap tim sepak bola putri DIY bisa menggelar ujicoba dengan tim-tim yang selevel dengan mereka. Sebab sejauh ini tim besutan Nopendi itu belum pernah merasakan yang namanya ujicoba dengan tim lain. "Seharusnya sampai menjelang PON mendatang kami ingin melakukan ujicoba. Supaya kami bisa mengukur sejauh mana kemampuan kami selama latihan ini," ungkapnya.
Dan sebagai kapten Octavianti Dwi Nurmalita juga berharap bisa mendapatkan hasil yang terbaik untuk DIY di ajang PON mendatang."Ya minimal kami bisa masuk dua besar," tandasnya. (din).
Editor : Satria Pradika