RADAR JOGJA - Cabang olahraga (cabor) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) siap menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY. Hal itu diketahui saat Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo berkunjung ke KONI DIY untuk memperkenalkan diri MPI sebagai induk organisasi baru.
"Dalam kunjungan kemarin Pak Gubernur AAU menyampaikan perihal terbentuknya Modern Pentathlon Indonesia, di mana pada munas lalu Pak Gubernur terpilih secara aklamasi menjadi ketua PP MPI menggantikan pengurus lama Pak Anthony Charles Sunarjo," jelas Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto kemarin (29/3).
Djoko juga mengatakan selain memperkenalkan diri sebagai ketum PP MPI, dalam kesempatan itu Purwoko juga memaparkan saat ini MPI juga sudah hadir di DIY dan telah resmi membentuk kepengurusan.
Baca Juga: FISI DIY Sedang Mendaftar Jadi Anggota KONI DIY, Berambisi Ice Skating Sumbang Emas di PON 2028
"Untuk Pengda MPI DIY juga diterangkan sudah dikukuhkan juga oleh ketua PP MPI, sehingga diharapkan bisa menjadi anggota KONI DIY," tegasnya.
Terkait keinginan Pengda MPI DIY untuk bisa menjadi anggota KONI DIY, Guru Besar FIKK UNY ini juga menjelaskan secara prinsip KONI DIY siap menerima MPI menjadi anggotanya.
Hanya saja, untuk bisa menjadi anggota KONI DIY, sebuah organisasi cabang olahraga harus terlebih dahulu memenuhi beberapa syarat yang sudah ditetapkan sesuai peraturan organisasi (PO) KONI DIY.
Beberapa syarat itu, di antaranya, sudah memiliki kepengurus resmi minimal di tiga kabupaten atau kota di DIY, kemudian minimal sudah pernah menyelenggarakan ajang kejuaraan daerah (kejurda) yang diakui KONI DIY, dan memiliki kepengurusan di tingkat Pengda DIY.
"Jika telah memenuhi syarat-syarat itu, nanti pengajuan permohonan menjadi anggota di KONI DIY akan dibawa ke rakerda atau musorda KONI DIY tahun depan untuk dimintakan persetujuan seluruh anggota," ucap Djoko.
Mengingat Pengda MPI DIY saat ini telah terbentuk, Djoko mendorong agar syarat-syarat yang diwajibkan untuk bisa menjadi anggota itu bisa dipenuhi. Sekaligus mulai melakukan pembinaan terhadap para atletnya.
Menurut Djoko, cabor modern pentathlon ini dirasa lebih berat dibanding cabor-cabor lainnya. Karena menggabungkan lima cabor sekaligus, yakni lari, renang, menembak anggar dan berkuda dalam sebuah olahraga.
Terkait peluang melombakan modern pentathlon pada ajang Porda XVII DIY 2025 mendatang. Djoko mengaku sangat terbuka asalkan MPI sudah resmi menjadi anggota KONI DIY terlebih dahulu.
"Tapi untuk bisa dilombakan di Porda juga membutuhkan proses. Pertama harus memenuhi semua persyaratan awal sebagai anggota, kemudian dilombakan sebagai cabang olahraga eksibhisi terlebih dahulu, baru di Porda selanjutnya jadi cabor definitif," tandasnya. (ayu/laz)