JOGJA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Pramana menyatakan dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Dari pihak KONI DIY telah melakukan pencermatan peluang-peluang raihan medali dari sejumlah cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti.
"Untuk target, sesuai dengan hasil review kami bersama semua cabor. Kami harapkan bisa meraih 16 medali emas," katanya (19/1).
KONI DIY memang mencanangkan dan menargetkan minimal kontingen DIY untuk bisa membawa pulang 16 medali emas dari ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Demi menuntaskan target tersebut, saat ini KONI DIY juga telah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari.
Seperti dimulai untuk meningkatkan dan memaksimalkan kemampuan atlet-atletnya dengan menggelar program puslatda dan juga akan melakukan tes fisik awal serta bimbingan teknis penyusunan program latihan bagi atlet dan pelatih.
Segala persiapan tersebut, Pramana menyatakan, jumlah emas yang ditargetkan itu sebenarnya bisa bertambah saat pelaksanaan.
PON digulirkan pada 8-22 September mendatang. Sebab, berdasar hasil review wawancara dengan cabor yang akan ambil bagian di PON.
Peluang dari nomor-nomor lain atau cabor lain untuk meraih medali emas masih sangat terbuka.
Namun, optimisme untuk meraih medali emas dari setiap cabor tersebut tetap harus dianalisa dengan seksama terlebih dahulu.
"Saat review kemarin kan kami banyak membedah kekuatan atlet-atlet kami dan persaingan di PON nanti. Dan banyak dari mereka yang optimis bisa meraih medali emas. Tapi kan kami juga memiliki tim yang menganalisa data-data hasil Babak Kualifikasi (BK) PON atau ajang-ajang nasional lainnya. Sehingga untuk sementara target awal kami 16 emas dulu," jelas Pramana.
Menurut Pramana, untuk 16 medali emas yang telah dicanangkan untuk bisa diamankan pada ajang PON mendatang itu bisa datang dari beberapa cabor yang memang diunggulkan berdasarkan hasil babak kualifikasi (BK) PON.
"Beberapa cabor tersebut diantaranya, hapkido, sepatu roda, terjun payung, terbang layang, basket 3x3 putri, panahan, menembak, atletik, balap sepeda, dancesport dan drumband," tuturnya.
Sementara, terkait persiapan yang saat ini tengah dijalankan, Pramana mengungkapkan, pihaknlnya juga mulai menyiapkan untuk proses pendaftaran sebagai peserta PON.
Pendaftaran ini dimulai dengan pendaftaran cabor apa saja yang akan diikuti di PON mendatang.
Kemudian pendaftaran nomor apa saja yang akan diikuti dan kemudian mendaftarkan long list nama atlet yang akan ikut dalam kontingan DIY.
"Pendaftaran peserta PON dimulai tanggal 8 Januari kemarin hingga 30 Mei 2024. Pendaftaran awal cabor yang akan diikuti dan nomor apa saja yang akan diikuti rencananya hingga bulan Februari. Kemudian untuk long list nama atlet yang akan masuk dalam kontingen maksimal bulan Mei. Baru nanti pendaftaran nama-nama atlet atau entry by name akan dilakukan di bulan Juli," ungkapnya.
Mengingat data yang harus disertakan dalam pendaftaran cukup banyak dan saat ini masih banyak yang belum diserahkan oleh masing-masing cabor.
Maka saat ini KONI DIY akan terus berkoordinasi dengan induk cabor agar segera bisa melengkapinya.
"Masih banyak data yang harus dikumpulkan dari cabor untuk melngkapi data pendaftaran. Jadi kami secara internal akan koordinasi pembagian pendampingan cabor yang lolos untuk melengkapi data-data ini," tandas Pramana. (ayu)
Editor : Amin Surachmad