RADAR JOGJA - Selamat yang tak terhingga bagi Indonesia atas kemenangan gemilang ini.
Prestasi cemerlang ini menjadi sorotan yang membanggakandi negeri ini.
Para bintang muda berbakat berhasil menorehkan sejarah gemilang, mempertinggi deretan prestasi Indonesia dalam panggung bergengsi Red Bull Campus Clutch 2023.
Red Bull Campus Clutch 2023 merupakan turnamen Valorant Global untuk mahasiswa.
Tim GARUDA, mewakili Indonesia. Tim ini dipimpin oleh kepiawaian para pemainnya seperti Rifaldy “ValdyN” Nafian, Rayvaldo “Ray” Chandra, Davin “GOTTEN“, Bryan “Kushh” Setiawan, Thomas “Cud” Alfantino.
Mereka dibimbing oleh pelatih bernama Nanda “Asteriskk” Rizana, sehingga telah menorehkan prestasi yang memukau.
Keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh tim ini menjadi bukti nyata akan kemampuan mereka.
Pada ajang Red Bull Campus Clutch, Indonesia meraih gelar juara Valorant dengan dominasi yang luar biasa, hanya merasakan kekalahan pada satu peta saja.
Kemampuan mereka begitu mencengangkan sejak fase awal kompetisi. Saat Tim Garuda Indonesia melangkah ke Hari 1 Red Bull Campus Clutch World Final 2023, kehadiran mereka tidak begitu menonjol.
Sebagai tim yang baru merasakan kompetisi sejenis, mereka berhasil menyatukan kekuatan dalam waktu singkat.
Dengan mayoritas anggota tim yang berusia di bawah 20 tahun (bahkan beberapa di antaranya hanya berusia 18 tahun), mereka muncul sebagai salah satu tim termuda dalam sejarah pergelaran prestisius tersebut.
Red Bull Campus Clutch 2023 menjadi panggung kompetisi Valorant kelas tier-B yang dipersembahkan bagi kaum muda yang masih menimba ilmu di perguruan tinggi.
Dengan konsep "Campus"-nya yang mengundang para Youngsters paling berbakat dari berbagai penjuru dunia, ajang ini menjadi sorotan utama bagi generasi muda.
Indonesia, yang diwakili oleh Tim Garuda dari Universitas Tarumanegara (UNTAR) di Jakarta, dengan satu anggota tim berasal dari Beijing University of Technology, bergabung dalam Grup D.
Grup ini menjadi panggung bagi empat pemenang nasional, termasuk juara bertahan Red Bull Campus Clutch, Northwood University, AS.
Meski demikian, pada pembukaan kompetisi, Indonesia dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk berlaga.
Dengan performa luar biasa di fase grup, mereka menjelma sebagai kekuatan tak terbantahkan, bahkan mengalahkan tim AS yang berperan penting dalam menentukan nasib tim dari Amerika Utara tersebut.
Dominasi yang mereka perlihatkan dalam fase grup, termasuk kemenangan melawan tim AS, membuat setiap lawan yang akan mereka hadapi berdebar-debar.
Hasil positif dan kokoh di klasemen Grup Stage menjadikan Indonesia sebagai unggulan yang mantap, melangkah dengan percaya diri menuju babak playoff.
Baca Juga: Ini Dia yang Seger-segerrr...!!! Resep Es Kopi Santan Roti Tawar Anti Gagal yang Wajib Kamu Coba !!!
Teknik bermain yang Unik
Mereka terus menegaskan supremasi mereka sejak Hari Pertama, menunjukkan bahwa dominasi yang mereka tunjukkan bukanlah sekadar kebetulan belaka.
Indonesia terus menaklukkan lawan-lawan mereka dalam fase sistem gugur dengan kecepatan dan agresi yang menjadi ciri khas mereka, mengacaukan keseimbangan para rival dengan serangan dan pertahanan yang tak terduga.
Keberanian tak terhentikan mereka tercermin dalam serangan beruntun yang mereka lancarkan.
Saat melangkah ke babak 16 besar, tim Indonesia menghadapi Jerman yang kurang mujur, kemudian menghantam Pakistan di Perempat Final dengan keganasan yang tak tertahankan.
Meskipun pengamat sempat memperkirakan bahwa tim kuat dari Republik Ceko dapat menantang Indonesia di babak semifinal, namun Garuda dengan mudah meraih kemenangan dengan skor 13-8 dan 13-6.
Grand Finals
Tim Garuda yang melaju tanpa kehilangan satu peta pun, secara mengejutkan harus dihadapi oleh tim underdog lain yang mampu memberikan perlawanan – setidaknya untuk sementara waktu.
Saat berhadapan dengan Garuda dalam babak utama, Tim Zen Esports Peru muncul dengan momentum dan semangat yang melampaui harapan, setelah berhasil mengeliminasi runner-up 2022 Kanada di Perempat Final dan menggempur kontingen tangguh Perancis di Semifinal.
Meskipun memiliki keunggulan pengalaman bermain lebih lama, Peru memperlihatkan struktur tim yang solid dan keahlian dalam menguasai protokol VALORANT.
Namun, hal itu ternyata tidak cukup.
Indonesia tampil mengesankan di dua map pertama Grand Final best-of-five, meraih kemenangan dengan skor 13-7 dan 13-5.
Namun, Peru menunjukkan semangat juangnya dengan bangkit, menolak untuk dipermalukan, dan mencatat kemenangan mereka sendiri dengan skor 13-8.
Pada momen itu, Chandra dengan penuh penghayatan. Dia mengatakan, mendapat dorongan kuat hingga mampu mengungguli lawan dalam pertandingan.
Peta keempat kemudian menjadi poin penentu, di mana Indonesia berhasil melibas tim Amerika Selatan dengan cepat.
Tim Indonesia meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 13-4. Tak lama setelah itu, tim Indonesia pun meraih trofi juara Red Bull Campus Clutch 2023.
“Hari ini, saya memakai nama 'ray4indonesia', bukan lagi 'ray4c', karena ini adalah pencapaian untuk Indonesia,” ucap Chandra dengan bangga.
"Kami amat bersyukur dan saya sangat mencintai tim saya!," imbuhnya.
Merangkum cinta dan dukungan yang amat besar dari temandan keluarga, Alfiantino mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan yang telah diberikan.
"Kemenangan ini sungguh menjadi berkah bagi kami. Kerja keras yang kami lakukan terbayar dengan prestasi ini," ujarnya. (Doni Saputera/Radar Jogja)