JOGJA - Salah satu usaha untuk mengembangkan olahraga yaitu dengan cara menggunakan teknologi modern. Sebab, melalui sarana dan prasarana yang mendukung, para atlet dapat mengembangkan kemampuan secara maksimal.
Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat untuk mendukung aktivitas manusia. Hal ini harus dipadukan dengan bidang olahraga untuk meningkatkan prestasi.
Berangkat dari hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mengadakan kegiatan sarasehan media dan humas yang mengangkat tema Perkembangan Media dan Teknologi 5.0 Mendongkrak Prestasi Atlet di Gedung KONI DIY lantai 2 Sabtu (25/11).
Ini untuk mendorong cabang olahraga (cabor) agar bisa melek akan teknologi.
Wakil Ketua Umum KONI DIY Pramana menjelaskan diera revolusi industri 4.0 itu adalah era perubahan terjadinya transformasi kegiatan manusia. Pada revolusi industri 4.0, aktivitas manusia sudah ditransfer ke teknologi digital.
Sekarang sudah masuk ke era 5.0. Maka sekarang bagaimana caranya semua masyarakat ini nanti bisa memanfaatkan semua teknologi tersebut untuk menentukan ke depan mau bagaimana.
"Jadi, kita sudah dibantu oleh teknologi itu. Untuk mempunyai wawasan ke depan. Serta bisa mendongrak dan membuka wawasan ke depan," tegasnya.
Menurut Pramana, jika dulu pada era 4.0 adanya sebuah transformasi maka di era 5.0 ini masyarakat dituntut untuk bisa memanfaatkan dan menyeimbangkan teknologi tersebut.
"Ini sebebarnya sudah melekat di kehidupan kita setiap hari," katanya.
Pramana juga menambhakan kemajuan teknologi ini kalau di olahraga ada yang namanya sport secience dan sport intelejen.
"Bagaimana kita menggunakan kemajuan teknologi ini untuk meningkatkan suatu prestasi atlet kita. Sehingga untuk mencapai hal tersebut ya kita harus bisa melek teknologi," ungkapnya.
Dari kegiatan sarasehan ini, Pramana berharap pada tahun 2024 mendatang. Para atlet yang akan mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumut bisa melek akan teknologi tersebut.
Saat ini ada 400 atelt dari DIY yang sudah berhasil lolos menuju ke PON mendatang. Jumlah tersebut sudah melampaui target DIY yang semula hanya menargetkan 250 atlet. Saat ini masih ada tiga cabang olahraga (cabor) yang belum bertanding.
"Saya berharap 400 atlet ini supaya bisa memberikan yang terbaik untuk DIY. Dan hari ini kami sudah datangkan tiga narasumber untuk meningkatkan prestasi para atlet tersebut," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Media dan Humas KONI DIY Sasongko Iswandaru menjelaskan, lerkembangan teknologi 5.0 ini mau tidak mau harus bisa diterima dan dimanfaatkan.
"Maka pada kesempatan ini KONI DIY ingin mengajak masin-masing cabor untuk memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang terjadi diteknonologi 5.0 tersebut," ucapnya.
Sasongko menyebut, di negara-negara lain saat ini sudah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan atau mendongkrak prestasi para atlet.
"Kalau daerah lain sudah memanfaatkan teknologi tersebut. Sedangkan kita tidak tahu. Itu sangat disayangkan sekali," tuturnya.
Terlebih, Sasongko juga berharap agar para cabor di DIY ini bisa memanfaatkan teknologi supaya tidak tertinggal dalam kemajuan teknologi dan informasi di era sekarang ini.
"Mari bersama-sama kita memaksimalkan apa yang telah disediakan oleh teknologi," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad