RADAR JOGJA - Perhelatan Borobudur Marathon 2023 diyakini dapat memberikan multi player effect terhadap berbagai sektor. Mulai dari industri pariwisata, perhotelan, hingga kuliner. Sebab, penyelenggaraannya disamakan dengan 2019. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang mencapai 10.469 orang.
Kegiatan yang bertajuk 'Voice of Unity' tersebut dibagi menjadi tiga kategori. Yakni 10K, half marathon atau 21K, dan marathon atau 42K. Gelaran tahun ini juga akan diikuti sejumlah pelari internasional. Sejumlah atlet lari nasional juga hadir dan ikut memeriahkannya.
Tidak hanya itu, sejumlah pelari muda berusia 15-18 tahun yang terpilih, bakal mengikuti kategori Bank Jateng Young Talent dengan jarak 10 kilometer. Nantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bakal memberikan bonus atau tambahan hadiah bagi Young Talent yang berhasil mencetak rekor baru.
Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengutarakan, Borobudur Marathon 2023 menjadi satu kegiatan yang dinantikan masyarakat Magelang. Karena dapat memberikan dampak positif bagi mereka. "Harapannya Magelang semakin dikenal luas oleh turis secara lokal hingga mancanegara," ujarnya saat konferensi pers, Sabtu (18/11).
Menurutnya, Magelang tidak hanya memiliki berbagai destinasi wisata bersejarah dan unik, tapi juga infrastruktur yang semakin berkembang. Termasuk dalam bidang olahraga seperti Borobudur Marathon. Terlebih, para peserta bisa menikmati keindahan alam, wisata, dan budaya di Magelang.
Dia melanjutkan, sementara untuk sektor ekonomi, Borobudur Marathon dapat memberi multi player effect. Yang bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat. Termasuk hotel, homestay, balai ekonomi desa (balkondes), restoran, kuliner, oleh-oleh, maupun pelaku UMKM. Dengan begitu, dapat menambah kesejahteraan mereka.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin saban tahun ini, harapannya dapat menjadi event internasional. Untuk itu, dia meminta agar perhelatan Borobudur Marathon ini semakin berkembang dan dikenal lebih luas. Lebih-lebih, Candi Borobudur menjadi satu magnet para wisatawan untuk datang berkunjung.(aya)
Editor : Heru Pratomo