RADAR JOGJA – Jonatan Christie akhirnya kembali membuat harum nama Indonesia. Jojo (sapaan Jonatan) berhasil menjuarai French Open setelah mengalahkan pebulu tangkis China, Li Shi Feng.
Partai final putra ini berlangsung di berlangsung di Glaz Arena, Rennes, Minggu (29/10) malam WIB. Jojo berhasil mempercundangi Li Shi Feng hingga rubber game dengan skor 16-21, 21-15, 21-14.
Jojo yang kurang percaya diri di game pertama berhasil di manfaatkan Li Shi Feng untuk merebut game pertama.
Memasuki game kedua, Jojo tampil dengan motivasi tinggi tampil memukau di game kedua. Kejar-kejaran skor tidak terelakan, Li Shi Feng bahkan harus menerima kartu kuning dikarenakan mengulur-ulur waktu.
Melihat lawannya kelelahan Jojo sukses bermain apik dan rapih hingga berhasil merebut game kedua dengan skor 21-15.
Di game ketiga, Jojo semakin menggila dan tak terbendung, kali ini Jojo berhasil mengunci gelar juaranya dengan mudah di game ketiga.
Jojo pun berhasil menjuarai French Open 2023.
Untuk kali pertama dalam kariernya, Jonatan Christie berhasil menjadi juara level Super 750. Ini juga membuka puasa gelar Jojo.
Pelatih Jojo, Irwansyah, mengaku anak asuhnya kali ini tampil dengan fisik yang kuat meskipun dia terlilhat lelah. "Dia sudah capek banget Jo. Fisik kamu lebih kuat." ucap Irwansyah
Irwan mengaku Jojo mendengarkan arahan strategi yang diberikannya dan berhasil mengeksekusinya dengan baik.
“Setelah keyakinan bertumbuh, Jonatan lalu mengeksekusi taktiknya dengan baik. Angkat bola yang tinggi, lalu siap defense. Harus berani dalam bola silang dan yang terpenting adalah kuras habis tenaga Li dengan cara "Larikan saja bolanya, jangan (ambil risiko) dengan net tipis2." tutup Irwan.
Setelah pertandingan, Jojo mengaku senang bisa menjuarai level super 750 setelah berkali kali masuk final dan gagal, namun kali ini ia berhasil menaklukannya,
“Pertama Puji Syukur, Puji Tuhan karena ini adalah titel pertama saya di level Super 750 yang sudah lama saya nanti-nantikan. Sudah beberapa kali saya masuk final tapi belum mampu juara.” Ucap Jojo.
Jojo memang mengakui bahwa dirinya tampil buruk di game pertama , namun Jojo yang mendengarkan intruksi dari pelatihnya mampu membuat kerepotan lawannya.
“Tidak mudah, saya ada sedikit tegang di awal-awal laga. Banyak melakukan kesalahan sendiri. Di gim kedua saya melakukan perbaikan dengan bermain lebih rapi dan mencoba untuk membuat lawan banyak berlari.” tambah Jojo.
Dengan kembali menjuarai turnamen BWF, Jojo mengaku dirinya sangat bermotivasi kembali untuk mendapatkan gelar juara di berbagai turnamen apapun demi bisa melangkah di BWF World Tour Finals.
“Tadi setelah pertandingan selesai, saya merasa speechless. Di dua sampai tiga turnamen terakhir, saya tidak bermain optimal lalu banyak orang meragukan tapi balik lagi rencana Tuhan kita tidak pernah tahu. Jadi saat di bawah, saat di atas saya mau menikmati setiap momennya. Gelar ini pastinya menambah semangat dan motivasi saya. Berikutnya ada Japan Masters dan China Masters, saya mau fokus ke sana. Dan semoga bisa melangkah ke BWF World Tour Finals.” tutup Jojo (MUHAMMAD HAFIDZ FAUZAN)
Editor : Bahana.