RADAR JOGJA - Sebanyak 700 siswa mengikuti Festival Pekan Olahraga Disabilitas yang diselenggarakan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ di SLBN 1 Bantul, Selasa (3/10/23). Ada empat cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan yaitu tenis meja dan tenis meja tunanetra, bulutangkis, boccia, dan atletik.
Penanggungjawab Olahraga Disabilitas Kemenpora Andi Rahman menyebut festival ini sangat luar biasa. Sebab, antusiasme para siswa yang ikut di luar prediksi penyelenggara.
"Ingin menyampaikan yang hadir di sini semua siswa se-DIJ ada 350 orang. Juga dari SLB Bantul ada 350 dan para guru pendamping olahraga sekolah inklusi serta stakeholder," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya menyebut kegiatan ini menjadi satu hal yang membanggakan dalam pemajuan dunia olahraga. Karena dengan adanya festival olahraga ini, pihaknya bisa mengukuhkan kebersamaan prestasi dan partisipasi dengan semangat budaya inklusif.
Didik mengatakan dengan adanya festival pekan olahraga disabilitas ini dapat memunculkan dan memilih calon-calon atlet tahap berikutnya, khususnya atlet-atlet disabilitas. "Harapan kami semua dapat terus bergerak maju berolahraga. Supaya kebugaran kita semakin baik, apa pun kondisinya," ucapnya.
Assisten Deputi (Asdep) Olahraga Disabilitas, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Ibnu Hasan juga berharap DIJ bisa membuat acara seperti ini berkesinambungan. Sebab, dari kegiatan seperti ini bisa membuat kesetaraan untuk hidup sehat layak dan bahagia bersama.
Tak hanya itu saja, Ibnu juga menyebut festival pekan olahraga disabilitas ini adalah kegiatan luar biasa dari prestasi amal baik para guru. Sebab, kegiatan ini tidak hanya mengenai tanggung jawab saja, tapi juga ada kemuliaannya.
"Mereka gembira dengan olahraga teratur. Sehingga SLB-SLB dan komunitas-komunitas di DIJ benar-benar menjadi suri teladan dan bisa menginspirasi provinsi lain," jelasnya. (ayu/laz)
Editor : Satria Pradika