RADAR JOGJA - Bima Perkasa Jogja (BPJ) harus menelan kekalahan dari Pelita Jaya di game pertama playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2023. BPJ belum mampu mengamankan satu kemenangan saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Nuke Tri Saputra dan kawan-kawan kalah 57-70 dalam pertandingan di GOR Pancasila UGM, Jumat (30/6/23) malam.
Bima Perkasa terlihat demam panggung di awal laga. Hampir lima menit mereka hanya mencetak dua poin saja. Sementara Pelita Jaya juga mengalami kebuntuan. Mereka hanya mencetak empat poin lewat Andakara Prastawa. Tekanan justru ada pada tim tuan rumah, yang seharusnya bisa memanfaatkan keuntungan bermain di kandang.
BPJ bisa keluar dari tekanan setelah melewati separuh waktu kuarter pertama. Cameron Coleman berhasil membuat tuan rumah unggul 9-8. Namun Pelita Jaya membalas dengan mid-range jumper andalannya. Kedua tim saling bergantian memimpin jalannya pertandingan di sisa empat menit kuarter pertama. Bima Perkasa berhasil memanfaatkan transisi yang bagus di detik-detik terakhir. Sehingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 19-14.
Meski unggul di kuarter pertama, BPJ salah mengantisipasi Dominique Sutton. Dia mencetak empat kali three point di awal kuarter kedua. Sutton membawa timnya unggul 30-22. Situasi ini semakin mempersulit Bima Perkasa. Karena Sutton sebenarnya adalah bigman yang dominan di paint area. Tetapi kali ini justru tembakannya akurat.
Pelita Jaya di kuarter kedua tampil panas. Sampai di pertengahan kuarter mereka lebih baik dengan mencetak poin lebih banyak (20-6) dari Bima Perkasa. Lalu di akhir kuarter kedua, Pelita Jaya bisa memimpin dengan margin 12 angka (43-31). BPJ dipaksa untuk bermain cepat, sehingga tidak hati-hati dalam penyelesaian akhir.
Pertandingan semakin menarik di kuarter ketiga. BPJ yang tertinggal 12 angka di first half, tampil lebih lepas. Di sisi lain, field goals Pelita Jaya turun drastis. Mereka hanya mencetak delapan poin saja di kuarter ketiga. Sehingga BPJ mampu mendekat dengan jarak tujuh angka (44-51). BPJ mencoba memaksimalkan peluang dari paint area.
Sebaliknya tim tamu hanya memasukkan tiga tembakan dari 18 percobaan. Kecerobohan pemain Pelita Jaya harus dibayar mahal di kuarter ketiga. Mereka melakukan tujuh kali turnovers. BPJ juga mengunci pergerakan Sutton. Sehingga tidak ada celah bagi Pelita Jaya untuk menambah poin.
Mengawali kuarter keempat, kedua tim tidak mencetak poin selama satu setengah menit. Kubu tuan rumah juga gagal menambah angka dari dua percobaan Fuquan Niles di bawah ring. Namun Pelatih BPJ Efri Meldi tidak panik dan menyimpan Cameron Coleman untuk saat-saat terakhir. Padahal Pelita Jaya berhasil menambah keunggulan lewat three point Andakara Prastawa menjadi 55-46.
Situasi Bima Perkasa semakin sulit ketika di sisa empat menit, Nuke terpaksa ditarik keluar karena mengalami masalah dengan kaki kanannya. Padahal saat itu Nuke tengah bermain bagus dan bisa mendekatkan BPJ dari Pelita Jaya menjadi 51-60. Karena tidak adanya Nuke, Pelita Jaya semakin di atas angin.
Nuke memang kembali bermain, namun dia kembali mengalami benturan. Kondisi Nuke yang menurun terlihat dari free throw yang dia lakukan pada sisa waktu satu setengah menit. Nuke tidak memasukkan satu pun dari tiga kesempatan. Free throw ini juga yang membuat BPJ gagal memaksimalkan laga kandang kali ini.
Efri Meldi mengatakan, game plan berjalan sesuai rencana. Namun dia mencatat anak asuhnya masih belum konsisten. Padahal timnya memiliki momentum saat mempertipis margin poin. Namun tidak bisa dimanfaatkan. “Di musim reguler kami bisa fight. Harusnya di playoff bisa mengimbangi,” ujarnya.
Pemain BPJ Yanuar Priasmoro bertekad untuk membalas kekalahan ini di laga tandang. "Nyawa kami tinggal satu, itu yang harus kami ingat. Maka yang harus dilakukan adalah menang di Jakarta," tegas Yanuar. (tyo/laz)