Bagi sebagian banyak orang, pelepah pohon pisang mungkin hanya dianggap sebagai limbah. Tapi tidak bagi Rieyadie, dia justrumelihat semua itu menjadi peluang ekonomi. Lewat tangan kreatifnya dia telah berhasil menetaskan karya lukisan bermodal pelepah pohon pisang.
Rieyadie sendiri sebenarnya tidak memiliki ekspektasi sebagai pelukis atau seniman. Pria kelahiran 13 Februari 1968 itu dulu hanya seorang fashion desainer pemula. Bekal yang dimiliki hanya kemampuan lukis sederhana. Di era 1994-an kecintaan terhadap seni baru mulai muncul. Dia sering mengunjungi berbagai pemeran lukisan di Kota Pelajar, Jogja.
Dorongan untuk ikut berkarya pun semakin tak terbendung. Sampai pada akhirnya dia mencoba menghasilkan karya dari media tak lazim. Dia memilih pelepah pohon pisang sebagai bahan utama menggunakan pelepah pohon pisang.
Baca Juga: PSIM Jogja Berusia 97 Tahun, Honor the Legacy Jadi Pengingat Rawat Sejarah dan Budaya
"(Tahun) 2000 saya coba pelan-pelan. Belum mendekati sempurna karena perlu perbaikan sana-sini," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (4/9).
Dirinya memulai karya lukisan pelepah pohon pisang berangkat dari sebuah keresahan. Dia melihat selama ini limbah tersebut dibiarkan begitu saja. Sampai akhirnya muncul ide pemanfaatan limbah menjadi sebuah karya lukisan. Ayah dari dua orang anak itu memilih pelepah pohon pisang karena mudah dicari tanpa perlu modal banyak.
Untuk menghasilkan satu karya lukisan paling tidka butuh waktu antara dua pekan hingga satu bulan. Semua tergantung tingkat kerumitan dari lukisan. Bagi dia, karya lukisan dari pelepah pisang bukan cuma soal temple.
Baca Juga: Bulu Tangkis Piala Raja HB X ke-2 Siap Digelar di Yogyakarta, Dua GOR Disiapkan sebagai Venue
Tetapi butuh ketelitian dan seni pemilihan bahan agar karya tampil berkelas. "Semua jenis pohon pisang bisa jadi bahan. Tingga buat tekstur sama gradasi perpaduan warna," terangnya.
Bagi Rieyadie, orang beruntung bukan hanya mereka yang memiliki kecerdasan dan punya garis keturunan mentereng. Tetapi keberuntungan juga dimiliki seseorang yang mampu mengambil peluang di sekitar.
Prinsip itulah yang dipegang selama berkarya sebagai pelukis pelepah pohon pisang. "Bisa dikata hampir setiap pekarangan ada. Saya lihat ini peluang besar," kata pria asal Desa Pejagoan, Kebumen itu.
Baca Juga: Timbulkan Bau Menyengat, Warga Tegaltirto Keluhkan Produksi Pelet Ikan
Sebelum karyanya memiliki nilai, berkali-kali percobaan dia telah lakukan. Dari buah kesabaran itu lukisan otentik dari pelepah pohon pisang kemudian dilirik banyak orang.
Kini, karya Rieyadie kerap menghiasi pameran lukisan, baik di dalam daerah maupun luar daerah. Dia bahkan kerap mendapat pesanan dari pejabat teras. "Bupati dan wakil bupati pernah buat. Anggota DPR RI juga pesan," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo