Tak Hanya Fokus Bisnis Konsultan, Lidana Erfiandri Ingin Kembangkan Laboratorium PT SMB

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:52 WIB
CEO PT Studio Mineral Batubara (SMB) Lidana Erfiandri. (DOKUMENTASI PRIBADI)
CEO PT Studio Mineral Batubara (SMB) Lidana Erfiandri. (DOKUMENTASI PRIBADI)

SLEMAN - Dunia pertambangan lekat dengan kesan keras dan maskulin. Namun, Lidana Erfiandri membuktikan perempuan juga bisa mengambil peran penting di dalamnya. Sejak 2021, wanita 43 tahun itu dipercaya memimpin PT Studio Mineral Batubara (SMB) sebagai CEO.

Bukan perusahaan yang melakukan penambangan secara langsung, PT SMB bergerak di bidang jasa konsultasi dan pendukung kegiatan pertambangan. Perusahaan yang berlokasi di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman itu membantu perusahaan tambang dalam berbagai kajian. Mulai dari geoteknik, manajemen tambang, studi kelayakan, perizinan, lingkungan, hingga penutupan dan reklamasi pascatambang.

"Jadi kami mengerjakan dokumen-dokumen untuk tambang, seperti geoteknik, lingkungan, hidrologi," kata Lidana saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (1/9).

Baca Juga: Polresta Jogja Limpahkan 19 Tersangka Tahap Dua Daycare Little Aresha ke Kejaksaan 

Di balik dokumen tersebut, ada pekerjaan untuk memastikan aktivitas pertambangan berjalan dengan memperhitungkan berbagai risiko. PT SMB, misalnya, melakukan kajian untuk memperkirakan potensi banjir maupun longsor. Hasil kajian itu kemudian menjadi dasar bagi perusahaan tambang untuk menentukan langkah pencegahan.

Persoalan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama Lidana. Menurut dia, regulasi sudah mengatur berbagai standar yang harus dipenuhi perusahaan tambang. Namun, aturan saja tidak cukup tanpa komitmen dari perusahaan.

Karena itu, PT SMB tidak ingin sekadar menyelesaikan dokumen sesuai permintaan klien. Konsultan juga didorong untuk memberikan pemahaman kepada perusahaan tambang agar persoalan lingkungan menjadi bagian dari prioritas usaha.

"Sebetulnya semua bertanggung jawab secara kolektif terhadap lingkungan. Baik itu atas air atau udara sekitar," ujarnya.

Baca Juga: Dawet Telasih Bu Dermi, Kesegaran Legendaris yang Tetap Diburu di Pasar 

Komitmen tersebut juga diterapkan dalam kajian pascatambang. PT SMB membantu perusahaan menyiapkan rencana pengembalian kondisi lingkungan setelah kegiatan penambangan selesai. Salah satunya melalui proses backfilling, yakni mengisi kembali ruang kosong bekas tambang terbuka sebagai bagian dari reklamasi.

Dalam proses tersebut, perusahaan juga menghitung kebutuhan sumber daya hingga biaya yang diperlukan. Karena itu, tim PT SMB tidak hanya berasal dari bidang teknik. Ada pula tenaga dari disiplin ilmu ekonomi dan lingkungan.

"Konsep sustainability memang ingin kami bawa ke dunia konsultan ini sehingga memiliki daya jual yang lebih. Tidak sekadar mengerjakan apa yang disuruh," beber Lidana.

Ke depan, Lidana ingin membawa PT SMB berkembang lebih jauh. Salah satu targetnya mengembangkan laboratorium geoteknik yang dimiliki perusahaan. Laboratorium tersebut digunakan untuk menganalisis sampel batuan dan tanah dari lapangan sehingga menghasilkan parameter yang dapat digunakan dalam kajian pertambangan.

Selain laboratorium, Lidana menyiapkan pengembangan lembaga pelatihan. Program pelatihan sebenarnya sudah pernah dijalankan, tetapi dia ingin membuatnya lebih berkelanjutan. PT SMB juga berencana mengembangkan produk digital, seperti database dan metode perhitungan yang dapat menjadi produk baru perusahaan.

Baca Juga: Jembatan Gantung Pongpet Miring Saat Dilintasi Puluhan Orang Usai Peresmian

Menurut Lidana, diversifikasi tersebut penting agar pendapatan perusahaan lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada kondisi industri pertambangan. "Klien kami dari Aceh sampai Papua. Kalau Jogja memang jarang," ujarnya.

Memimpin perusahaan di industri yang identik dengan laki-laki juga tidak membuat Lidana merasa terbebani. Dia mengaku tidak pernah mengalami kendala karena faktor gender.

Pengalamannya bekerja di lapangan bahkan membuatnya terbiasa dengan kondisi yang jauh dari nyaman. Dia pernah tinggal di flying camp, tempat tinggal sementara dengan fasilitas sangat sederhana, bahkan tanpa toilet, bersama rekan-rekan kerjanya.

Bagi Lidana, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan membuktikan kemampuan di dunia pertambangan.

Meski begitu, menjalankan bisnis konsultan tambang bukan tanpa tantangan. Naik turunnya harga komoditas tambang turut memengaruhi aktivitas perusahaan. Karena itu, Lidana berupaya menjaga PT SMB tetap stabil dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

 Baca Juga: Pernah Bela PSS Sleman dan Kini di PSIM Jogja, Ze Valente Ingin Derby Tetap Berlangsung di DIY

Dia memilih memperkuat kemampuan tim daripada sekadar menambah jumlah pegawai. Karyawan didorong mengikuti pelatihan dan sertifikasi agar memiliki keahlian yang lebih spesifik.

"Di internal kami ada cross knowledge sharing. Kami juga kirim pegawai untuk training dan sertifikasi. Kami upayakan agar mereka jadi spesialis," tandasnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Lidana Erfiandri PT Studio Mineral Batubara (SMB) jasa konsultasi tambang pertambangan