RADAR JOGJA - Sebelum dikenal luas lewat Opera Van Java, ternyata masa kecil Nunung jauh lebih dekat dengan dunia yang berbeda dari yang orang kira.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Malam Mencekam, Nunung buka-bukaan soal sisi hidupnya yang jarang terekspos publik, mulai dari masa kecil sampai pengalaman-pengalaman yang menurutnya sulit dijelaskan secara logika.
Perempuan bernama asli Tri Retno Prayudati ini lahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang budaya Kejawen meski keluarganya tetap memegang teguh ajaran Islam.
Baca Juga: Prediksi Skor Fortuna Sittard vs AZ Alkmaar, Adu Gengsi Dua Tim yang Belum Terkalahkan
Menurut pengakuannya, sejak umur 9 tahun, Nunung sudah membantu keluarga dengan membersihkan makam demi mendapat sedikit uang tambahan.
Bukan cuma bekerja, ia bahkan mengaku sering bermain petak umpet di area pemakaman bersama teman-temannya.
Pernah juga tidur tepat di atas makam eyangnya sendiri.
Cita-cita awalnya pun sama sekali tidak mengarah ke dunia komedi.
Nunung kecil justru bermimpi jadi penyanyi dan mulai merintis jalan itu lewat orkes gambus di Solo.
Baca Juga: Prediksi Skor Ipswich Town vs Sunderland, Menanti Kejutan The Tractor Boyz di Premier League
Baru di usia sekitar 12 tahun, ia mulai bergabung dengan grup lawak legendaris Srimulat.
Awalnya sebagai penyanyi pengisi acara, sebelum akhirnya beralih total jadi pelawak di usia 16 tahun, meski ia mengaku sempat berat hati dan berontak menerima peralihan jalur karier itu.
Dunia mistis yang akrab sejak kecil itu rupanya terus membayangi perjalanan hidupnya.
Nunung mengaku pernah dipasangi susuk saat masih bergabung dengan Srimulat, meski menurutnya tidak ada perubahan berarti yang dirasakan.
Baca Juga: Prediksi Brighton vs Aston Villa: Ujian Bagi Sang Juara Liga Eropa
Namun akhirnya ia melepasnya kembali dengan bantuan seorang ustaz.
Ia pernah melihat sosok perempuan berbaju putih di kamar hotel, sosok anak sekolah yang menangis, sampai mimpi aneh berada di tengah laut bersama teman-temannya dari Srimulat yang sudah lebih dulu berpulang.
Bahkan saat menunaikan ibadah umrah, ia mengaku mengalami kejadian yang tidak biasa saat tawaf dan salat di Masjid Nabawi, termasuk melihat sosok dengan kondisi kaki yang tidak normal.
Di luar sisi mistisnya, perjalanan karier Nunung juga penuh jatuh bangun.
Ia pernah dikeluarkan dari Srimulat dan sempat berada di titik terendah dalam hidupnya.
Baca Juga: Prediksi Newcastle vs Liverpool: Debut Dua Pelatih Baru, The Reds Diunggulkan Menang
Titik terendah itu semakin nyata setelah publik mengetahui masalah hukum yang menimpanya.
Yaitu etika Nunung bersama suami keempatnya, Iyan Sambiran, ditangkap polisi 19 Juli 2019 terkait kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu di rumahnya kawasan Tebet.
Menurut pengakuannya, di masa-masa sulit itu, banyak tawaran pesugihan datang dari orang-orang di sekitarnya.
Tapi ia mengaku menolak seluruh tawaran itu, karena tidak ingin mengorbankan keluarganya sendiri demi jalan pintas yang menurutnya berisiko besar.
Baca Juga: Prediksi Skor Brentford vs Tottenham Hotspur, Menanti Skuad Baru Spurs dengan Racikan De Zerbi
Ia memilih bangkit dengan cara yang lebih panjang: memperkuat ibadah, rajin salat, dan merangkul kembali dukungan keluarga serta ustaz terdekatnya.
Kini, di luar dunia hiburan, Nunung diketahui merintis usaha kuliner di Solo dan Jakarta, mempekerjakan anggota keluarga besarnya yang memang piawai memasak.