Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno menegaskan pembangunan sepak bola di DIY menjadi prioritas utama klub dalam beberapa tahun ke depan. Baginya, keberhasilan PSIM tidak semata-mata diukur dari prestasi klub, atau banyaknya pemain yang menembus Timnas Indonesia.
Namun juga bagaimana klub mampu menjadi kebanggaan masyarakat DIY melalui performa di lapangan, integritas, serta pembinaan pemain muda.
Hampir tujuh tahun berada di PSIM Jogja, Yuliana Tasno atau yang akrab disapa Cik Liana akhirnya mewujudkan harapan pendemen PSIM. Yaitu kembali ke kasta teratas Liga Indonesia. Prestasi itu diraihnya saat dia menduduki jabatan tertinggi, yaitu direktur utama.
Baca Juga: Pieter Huistra Pimpin Latihan Perdana PSS Sleman, Hanif Sjahbandi dan Hiromu Tanaka Sudah Gabung
Tapi bagi penggemar sepeda itu, dia memiliki visi bagi klub yang lahir 5 September 1929 itu. Menurut Liana, menyumbang pemain ke timnas tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap klub. Namun, ia menilai fondasi yang harus dibangun terlebih dahulu adalah memperkuat identitas PSIM sebagai representasi sepak bola Jogjakarta.
"Tentu pasti kita bangga kalau bisa suplai pemain untuk Timnas. Tapi kalau saya pribadi, nomor satu saya kepingin berkontribusi untuk DIY dulu," ujarnya, Rabu (15/7).
Fokus tersebut diwujudkan melalui penguatan tim utama agar mampu tampil kompetitif sekaligus menghibur para suporter. Selain itu, ia ingin PSIM dikenal sebagai klub yang menjunjung tinggi integritas di dalam maupun di luar lapangan.
Baca Juga: Penertiban Reklame Rokok di Kulon Progo Terhambat Koordinasi Antar OPD, Tak Ada Stiker Khusus Pajak
Dia menargetkan, first team bisa jadi kebanggaan dengan performa yang baik, dengan integritas. “Kami enggak mau main-main perjudian dan lain-lain. Kami benar-benar ingin mengeluarkan performa terbaik," katanya.
Tak hanya itu, pengembangan pemain muda juga menjadi bagian penting dari visi jangka panjang PSIM. Liana berharap akademi dan pembinaan usia muda nantinya mampu meningkatkan kualitas generasi pesepak bola DIY sebelum berbicara mengenai target yang lebih besar.
“Kami ingin bangun sistem dan pengembangan untuk value generasi muda di DIY. Itu sih yang menjadi fokus saya," ucapnya.
Baca Juga: Pantau MPLS di Cilacap, Wagub Taj Yasin Ajak Siswa Rancang Rencana Masa Depan
Meski demikian, Cik Liana tidak menampik jika suatu saat PSIM juga ingin melahirkan pemain yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Ia mencontohkan kebanggaan klub ketika pemain seperti Cahya Supriadi mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, menurutnya, untuk membawa produk binaan PSIM hingga mampu menembus kompetisi Asia dibutuhkan investasi yang sangat besar sehingga belum menjadi prioritas utama saat ini. "Kalau ujung muaranya kami bisa membawa produk kami ke Asia, tentu mau. Tapi itu belum sekarang, butuh proses dan karena budget-nya besar sekali," jelasnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo