JOGJA - Menahkodai Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Jogja, Septi Sri Rejeki tidak sekadar menjalankan tugas.
Ia menargetkan terwujudnya masyarakat yang sehat, bugar, dan bahagia melalui penguatan olahraga rekreasi hingga tingkat kemantren.
Septi resmi memimpin KORMI Kota Jogja sejak 2022 lalu. Atmosfer bugar dan bahagia yang menjadi visi misi KORMI, ia bawa hingga wilayah terkecil. Di bawah kepemimpinannya, KORMI dibentuk hingga tingkat kemantren (kecamatan).
Baca Juga: Upaya Mengentaskan Kemiskinan, DPUPKP Bantul Ajukan Seribu RTLH ke Kemen PKP RI untuk Diperbaiki
Salah satu program utamannya, memberikan dana hibah stimulan sebesar Rp 3 juta dikucurkan untuk 14 kemantren se-Kota Jogja. Supaya kampung-kampung bisa mandiri menggelar olahraga rekreasi.
Berkatnya, olahraga seperti egrang, terompah panjang, hingga layang-layang hias semakin dikenal.
“Target kami, Kota Jogja terwujud masyarakat yang sehat, bugar, gembira, dan juga olahraga tradisional juga berkembang,” ujar Septi kepada Radar Jogja, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Wabup Dion Agasi Minta Kelompok Mayoritas Beri Rasa Aman terhadap Minoritas di Purworejo
Di KORMI, Septi juga banyak berguru tentang arti kehidupan dari mereka yang rambutnya telah memutih.
Mayoritas pegiat olahraga rekreasi di bawah naungannya adalah para lansia yang tergabung dalam senam jantung, senam tera, hingga Lembaga Pernafasan Satria Nusantara.
Melihat energi hidup yang meluap-luap dari para lansia tersebut, Septi seperti berkaca.
Ia merasa tidak boleh kalah. Energi positif itu memancur balik ke dalam dirinya, mendorongnya untuk selalu bangun lebih pagi dan memastikan fisiknya tetap bergerak aktif agar bisa terus menemani warganya.
Investasi sosial yang ditanam Septi bersama jajarannya juga mulai memanen cerita indahnya sendiri. Pada perhelatan Festival Olahraga Daerah (FORDA) II DIJ 2026, kontingen Kota Jogja berangkat sebagai rombongan terbesar dengan mengirimkan 358 pegiat.
Dari 18 induk organisasi olahraga (inorga) yang dipertandingkan, Kota Jogja menyapu bersih semua partisipasi tanpa sisa.
Namun bagi pencinta senam kreasi dan tari ini, angka ratusan pegiat atau kemegahan parade bukanlah muara akhir.
Baca Juga: Pintu Waduk Wadaslintang Ditutup, Wisata River Tubing di Sendangdalem Kabumen Vakum Sementara
Targetnya sebagai ketua tidak pernah muluk-muluk, tetapi sangat mendasar bagi kehidupan manusia.
"Misi saya, masyarakat dari kelas apa pun, dari umur berapa pun, dari anak-anak sampai tua semua bisa melakukan kegiatan-kegiatan agar tubuhnya itu sehat dan bugar," imbuhnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita