KEBUMEN - Di balik derasnya arus digital seperti sekarang ternyata ada sebuah tekad Bravo Drajat Niti Totowibowo. Pengusaha asal Kebumen ini telah berhasil membuka jaringan internet di berbagai kecamatan yang tersebar di Indonesia. Bahkan, dari capaian itu perusahaannya mampu bertengger tak jauh di bawah rangking jasa layanan internet terbaik nasional.
Asam getir kehidupan telah dilewati Bravo Drajat Niti Totowibowo. Berbagai laku usaha juga sudah dijalankan, meski acap kali harus menghadapi kegagalan. Namun, dia tetap tegar. Daya juang yang kuat membawanya sukses menekuni usaha jasa layanan internet. Dia mampu mengambil peluang dari banyaknya kebutuhan layanan internet masyarakat.
Baca Juga: Perluas Pasar Nasional-Internasional, Kemasan Mie Lethek Yu Murti dari Trimurti, Bantul Lebih Modern
Kilas balik perjalanan usahanya dimulai sejak tahun 2008. Kala itu dia yang masih berstatus karyawan mencoba merintis berbagai usaha. Mulai dari agen sembako dan minimarket hingga usaha garmen atau konveksi. Usaha tersebut ternyata hanya bertahan sekitar dua tahun. Kondisi usaha yang tak sesuai harapan memaksanya untuk memutar otak.
Pria 51 tahun itu pun kembali bangkit dan mencoba peluang lain dengan membuka warung internet (warnet), di mana bisnis tersebut masa itu sedang berada di masa keemasan. Namun, pesatnnya perkembangan teknologi kembali mengubah arah usahanya. Ketika sebagian masyarakat mulai beralih memasang internet langsung ke rumah, jumlah pelanggan warnet terus menurun secara signifikan.
Alih-alih mempertahankan bisnis mulai redup, Bravo justru melihat ada peluang baru. Dia memutuskan untuk menutup warnet kemudian mengubah usahanya menjadi penyedia layanan internet rumahan. Keputusan itu ternyata sebagai jalan terbaik untuk mengembangkan bisnisnya hingga merambah ke berbagai wilayah. "Jatuh bangun itu biasa. Saya benar-benar memulai dari nol," kenangnya saat ditemui Radar Jogja, Jumat (26/6).
Lewat keuletannya, pria yang akrab disapa Haji Bravo tersebut telah membuka kantor pusat perusahaan berkedudukan di wilayah Solo. Meski begitu perusahannya juga memiliki cabang di berbagai daerah, mulai dari Purworejo, Semarang, Karanganyar, Batang, Slawi, Gresik, Bojonegoro, Jember hingga Banyuwangi. Termasuk di luar Jawa antara lain Kalimantan Selatan, Sulawesi, Lampung, Medan dan Bengkulu.
Namun bagi Haji Bravo, pencapaian itu bukanlah tujuan akhir. Dia justru lebih bangga ketika melihat internet mampu menjangkau pelosok desa. Dia merasa ada kepuasan tersendiri dapat membantu anak-anak belajar lewat internet, pelaku UMKM berjualan secara daring hingga kemudahan masyarakat mendapatkan akses informasi lebih luas.
Baginya, membangun jaringan internet bukan sekadar membentangkan kabel dan memasang perangkat teknologi. Tetapo dia melihat internet sebagai jembatan untuk membuka kesempatan sekaligus menghubungkan harapan masyarakat. "Otomatis dari ikhtiar ini juga mengurangi angka pengangguran," katanya.
Di usianya yang menginjak kepala lima, pria itu memilih pulang ke kampung halaman. Dia terus membangun sesuatu yang menurutnya membawa manfaat jangka panjang. Meski besar di Jakarta, darah Kebumen mengalir kuat dalam dirinya. Ibunya yang berasal dari Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen mendorongnya kembali ke kampung.
Pada tahun 2023 silam, Haji Bravo memutuskan untuk membangun kantor operasional dan layanan di Kebumen. Pembangunan dimulai pada 2023 dan rampung setahun kemudian. Sejak Februari 2024, kantor tersebut resmi beroperasi sebagai salah satu pusat layanan penyedia internet di Kebumen. "Sebagai putra daerah, saya ingin membangun dengan cara saya sendiri. Saya ingin melihat Kebumen maju seperti daerah lain," ucapnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita