JOGJA - Di tengah komitmen Pemkot Jogja untuk melakukan konversi becak motor (betor) ke becak listrik (betrik) di kawasan Malioboro ditandai dengan pemusnahan bentor di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Rabu (3/6/2026), terselip harapan para pengemudi. Salah satunya perihal penambahan fasilitas pengisian daya dan titik servis.
Salah satunya Juwari. Pengemudi bentor asal Kelurahan Sosrodipuran, Kemantren Gedongtengen ini memandang peralihan armada bermotor menjadi listrik akan membawa nuansa baru dalam mencari penumpang di kawasan Malioboro.
Namun di balik itu, pria 66 tahun itu menitipkan pesan kepada pemkot untuk terus menambah fasilitas pendukung armada mereka. Misalnya perihal stasiun pengisian daya diperbanyak. Lantaran sampai saat ini baru ada satu di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ketandan.
"Harapannya besok ada tempat servis sama stasiun pengisian yang banyak," ungkap Juwari.
Juwari mengakui perpindahan bentor ke betrik memang memberikan kenyamanan tersendiri dalam melayani penumpang. Meski demikian, dia tetap merasa ada tantangan. Misal belum adanya fasilitas servis untuk mesin listrik.
Terlebih sebagai pengemudi pemula betrik yang masih awam terhadap komponen motor listrik. Ketiadaan bengkel yang ahli menangani komponen spesifik betrik membuat perbaikan menjadi sebuah ketidakpastian.
Pada momen perayaan HUT ke-79 Pemkot Jogja ini, Juwari berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada ketersediaan ekosistem pendukung. Supaya dapat membantu para pengemudi yang sudah beralih untuk tetap beroperasi dengan aman dan tenang.
Baca Juga: Sudah 87 Titik Api yang Muncul di Rumah Seyegan, BPPTKG Keruk Rawa untuk Keluarkan Gas
Hal senada juga diungkapkan Wasiyatno, pengemudi bentor yang sudah beroperasi sepuluh tahun menjadi tukang becak dan pengemudi bentor ini senang bisa mendapatkan armada betrik. Baginya, teknologi baru tersebut menawarkan efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan mesin bensin yang selama ini dia gunakan. Lantaran dia tidak lagi perlu bolak-balik SPBU.
Wasiyatno berharap program konversi ke becak listrik ini dapat terus berlanjut dan menyasar lebih banyak pengemudi lain. Sebab dia optimistis transisi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi operasional pengemudi becak di Jogjakarta ke depannya.
Mengenai aspek keamanan, dia menilai faktor keselamatan berkendara tetap bergantung sepenuhnya pada perilaku pengemudinya. Dia menekankan pentingnya sikap kehati-hatian di jalan raya.
"Harapan saya ke depan, semoga bisa menambah kuota bantuan ini agar lebih banyak lagi teman-teman yang bisa menikmati fasilitas becak listrik," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Becak Listrik Malioboro Petrus Julianto mencatat saat ini sudah ada 140 unit betrik yang beroperasi. Menurutnya para pengemudi bentor sangat antusias terhadap konversi kendaraan listrik.
Hanya memang masih ada sebagian pengemudi yang masih merasa lebih nyaman dengan bentor. Namun mereka memilih untuk beradaptasi demi mendukung kebijakan pemerintah.
“Kita mengingat juga untuk kebijakan pemerintah, biar ke depannya kita masih bisa mengais rezeki di sepanjang Malioboro," ungkapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita