Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Diplomat Yang Pulang untuk Bangun Gunungkidul  

Yusuf Bastiar • Minggu, 22 Februari 2026 | 08:35 WIB

 

Joko Parwoto saat menghadiri berbagai agenda selama menjalani karirnya menjadi Wakil Bupati Gunungkidul.
Joko Parwoto saat menghadiri berbagai agenda selama menjalani karirnya menjadi Wakil Bupati Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Jalan hidup Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul Joko Parwoto tidak dibangun secara instan.

Ia tumbuh dari keluarga dengan tradisi pengabdian kuat, ditempa pengalaman profesional lintas sektor dan lintas negara. Sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahiran untuk mengabdi.

Joko lahir dan besar di Gunungkidul. Ayahnya, warga Ponjong, merupakan veteran pejuang Palagan Ambarawa di bawah komando Kolonel Sugiyono.

Sedangkan ibunya berasal dari keluarga yang mengabdi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

“Perpaduan latar belakang militer dan kepolisian itu membentuk saya menjadi pribadi yang disiplin, tegas, dan menjunjung tinggi integritas,” ujarnya saat ditemui di Kantor Sekretariat Partai Gerindra Gunungkidul Jumat (20/2/2026).

Karier profesionalnya dimulai dari bawah sebagai staf urusan umum di PT Lotus Pertiwi. Perusahaan ritel di bawah Grup Gajah Tunggal yang kemudian berkembang menjadi jaringan ritel modern Sogo.

Dari sana, ia belajar manajemen operasional, pelayanan, dan kepemimpinan berbasis kerja nyata.

“Pengalaman itu membawa saya melanglang ke berbagai institusi besar,” tuturnya singkat.

Karirnya terus berkembang di sejumlah perusahaan besar seperti Astra International, Jakarta Hilton International, hingga Hotel Sahid Jaya.

Di sektor hospitality, ia pernah dipercaya menjadi Head Concierge Hotel Dharmawangsa Jakarta, posisi yang menuntut standar profesionalisme internasional.

Baca Juga: Bek PSIM Jogja Andy Setyo Nugroho Akui Siap Main Malam di SSA, Lebih Nyaman dan Memudahkan Bermain

Tak hanya di dunia bisnis, Joko juga mencatat kiprah di bidang diplomasi. Ia pernah menjabat sebagai Konsul Jenderal Kehormatan Kepulauan Solomon untuk Indonesia serta Konsul Kehormatan Republik Islam Mauritania.

“Saya juga dipercaya sebagai penasihat diplomatik dan konsuler pada Konsulat Monaco di Jakarta. Jejaring global ini memperluas perspektif saya dalam membaca dinamika ekonomi dan hubungan antarnegara,” tegasnya.

Dari sisi akademik, Joko mengaku pernah menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi Manajemen di Universitas Pancasila.

Kemudian, dirinya melanjutkan Program Diploma Bisnis dan Administrasi di Massey University, Selandia Baru, serta meraih Magister Manajemen di Universitas Atma Jaya Jakarta.

Ia juga menempuh Program Magister Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan telah menyelesaikan seluruh mata kuliah.

Saat ini, ia tengah menjalani Program Doktor (S3) Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada.

“Ya, itu saya gunakan sebagai penguatan akademik dalam merumuskan kebijakan publik berbasis riset,” sambungnya.

Bahkan, tengalaman internasionalnya tercatat luas. Dalam rangka bisnis dan pengembangan ilmu, ia telah mengunjungi Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Belgia, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong, Inggris, Italia, Jerman, Malta, Malaysia, Monaco, Singapura, Solomon Islands, hingga Uni Emirat Arab (Dubai). Perspektif global tersebut kini dibawanya pulang untuk pembangunan daerah.

Sebagai wirausahawan, ia mengembangkan Green Hotel & Resort serta Green Farm dengan pendekatan ramah lingkungan.

Dedikasinya terhadap pelestarian budaya juga memperoleh pengakuan melalui gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

“Semua itu, membawa saya melangkah kembali ke Gunungkidul, memimpin Bumi Handayani agar lebih maju lagi, maju terus, maju berkembang,” tambahnya.

Kini, sebagai wakil bupati Gunungkidul, Joko mengaku dirinya membawa visi pembangunan yang selaras dengan arah Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah kepemimpinan Hamengku Buwono X serta sejalan dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto.

Ia memfokuskan kepemimpinannya dalam percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan berbasis teknologi, digitalisasi tata kelola pemerintahan, serta integrasi kecerdasan buatan dalam pelayanan publik.

“Gunungkidul memiliki potensi strategis sebagai model pembangunan berbasis sumber daya lokal yang terintegrasi dengan jejaring global. Saya ingin pengalaman dan jejaring yang saya miliki bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pertiwi #Wakil Bupati Gunungkidul #karir #lotus #diplomat #Mengenal #Joko Parwoto #gajah tunggal