Kabar duka datang dari DPRD Kebumen. Ketua Komisi D DPRD Kebumen, Noviandri Dwi Alhadi meninggal dunia pada Kamis (19/2) dini hari. Politisi PDI Perjuangan itu menghembuskan napas terakhir di RSUD Dr Soedirman (RSDS) Kebumen sekitar pukul 01.06.
Informasi dihimpun, almarhum sempat dirawat intensif oleh tim medis rumah sakit. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga jelang akhir hayatnya.
Kepergian Dwi Alhadi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun kerabat dekat. "Mohon doanya yang terbaik buat Mas Dwi," kata ayahanda Dwi Alhadi, Sudarno.
Sejak pagi, para pelayat mulai berdatangan ke rumah duka di Desa Tanuraksan, Kecamatan Kebumen. Berbagai jenis karangan bunga berisi ucapan duka juga terlihat berjejer mengelilingi kediaman almarhum. Isak tangis pecah ketika sejumlah pelayat menyaksikan jenazah Dwi berada di balik keranda.
Di tengah suasana haru itu sejumlah pejabat datang silih berganti untuk mendoakan kepergian Dwi Alhadi. Seperti Bupati Kebumen, Lilis Nuryani yang tampak hadir secara pribadi ke rumah duka. Terlihat juga para politisi lintas partai. Mereka turut menyaksikan proses pemakaman Sekretaris Fraksi PDIP tersebut.
Anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) 1 meliputi Kecamatan Kebumen dan Buluspesantren ini telah dimakamkan sekitar pukul 13.00. Tempatnya di pemakaman umum desa setempat.
"Semalam saya pas di rumah sakit. Meninggalnya beliau gampang dan pas sudah masuk bulan puasa. Semoga ini tanda kebaikan," kata kerabat dekat Dwi, Indra Sastra Galarso.
Ketua DPRD Kebumen Saman menyatakan, kabar kepergian Noviandri Dwi Alhadi tentu membawa kesedihan tersendiri bagi rekan kerja di lingkungan DPRD Kebumen. Dia mengenal almarhum semasa hidupnya proaktif dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Menurutnya mendiang juga totalitas ketika diberi amanah sebagai ketua komisi. "Kami sedih kehilangan sosok teman seperti Mas Dwi. Kami bersaksi dia orang baik," tegasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo