Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ted Bundy, Pembunuh Berantai AS yang Dieksekusi di Kursi Listrik pada 24 Januari 1989

Bahana. • Minggu, 25 Januari 2026 | 15:05 WIB

Ted Bundy, pembunuh berantai dari Amerika Serikat yang dihukum mati dengan kursi listrik (Northwest Arkansas Democrat Gazette)
Ted Bundy, pembunuh berantai dari Amerika Serikat yang dihukum mati dengan kursi listrik (Northwest Arkansas Democrat Gazette)
RADAR JOGJA - Theodore Robert Bundy atau yang dikenal sebagai Ted Bundy merupakan pembunuh berantai dari Amerika Serikat (AS). Ted Bundy mengaku telah melakukan penculikan, pembunuhan, dan pemerkosaan terhadap 30 wanita.

Namun, hasil penyidikan menunjukkan bahwa jumlah korban diperkirakan melebihi angka tersebut.

Ted Bundy melancarkan aksinya dengan memanfaatkan sifat karismatiknya dan rupanya yang dianggap tampan. Ia memanipulasi korban dengan berbagai cara, seperti membujuk, mendekati korban di tempat umum, hingga membawa korban ke tempat yang sepi sebelum akhirnya menjatuhkan atau mencekik korban hingga membuat mereka pingsan.

Ted Bundy juga memerkosa korban yang telah meninggal beberapa kali sebelum akhirnya jasad korban tersebut membusuk. Tidak hanya itu, tercatat bahwa Ted Bundy setidaknya memenggal 12 korbannya, kemudian kepala-kepala tersebut disimpan sebagai kenang-kenangan di apartemennya.

Ted Bundy kemudian ditangkap pada tahun 1975 atas kasus penculikan dan upaya penyerangan. Dari situ, kejahatan lainnya mulai terungkap. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas kasus-kasus pembunuhan yang telah dilakukan di beberapa negara bagian AS, seperti Washington, Utah, Idaho, dan Colorado. Dirinya sempat melarikan diri sebelum akhirnya tertangkap kembali pada tahun 1978.

Salah satu korban Ted Bundy bernama Kathy Kleiner Rubin yang selamat dari kekejaman pembunuh berantai tersebut memberikan kesaksian mengenai suatu kejadian di Asrama Chi Omega. Asrama tersebut merupakan tempat tinggal Kathy bersama teman-temannya saat berkuliah di Universitas Negeri Florida pada tahun 1978.

Saat itu AS digegerkan dengan berbagai berita mengenai sosok bernama Ted Bundy. Pembunuh berantai tersebut dikabarkan telah melakukan pembunuhan di berbagai negara bagian AS. Sebelumnya, Kathy dan teman-temannya tidak pernah berpikir suatu hari mereka akan bertemu dengan sosok tersebut.

Pada suatu Sabtu, tepatnya 14 Januari 1978 sekitar pukul 11:30 malam, tiba-tiba terdengar suara dobrakan pintu di asrama. Ternyata, seseorang memasuki aula asrama, lalu menaiki tangga sambil membawa tongkat kayu. Orang tersebut adalah Ted Bundy.

Ia memasuki kamar-kamar di asrama putri tersebut satu per satu dan menyerang penghuninya. Melansir dari British Broadcasting Corporation (BBC), salah satu teman Kathy, Margaret Bowman menjadi korban saat itu. Ted Bundy memukul kepala Margaret dengan tongkat kayu, kemudian mencekik lehernya hingga tewas.

Korban berikutnya bernama Lisa Levy. Ted Bundy memukul Lisa dengan tongkat kayu dan menggigitnya sebelum akhirnya tewas. Ted Bundy kemudian memasuki kamar Kathy dan teman sekamarnya. Suara pintu yang terbuka membangunkan Kathy dari tidurnya saat itu.

“Saya duduk di tempat tidur, saya melihat sebuah siluet orang di samping saya. Orang itu mengangkat tangannya yang memegang balok kayu. Itu adalah kayu yang juga digunakan untuk membunuh Margaret dan Lisa,” ungkap Kathy saat diwawancarai BBC.

Kathy dihajar dengan tongkat kayu tersebut hingga mengalami patah tulang pada tiga bagian rahangnya. Setelahnya, Ted Bundy menghampiri teman sekamar Kathy. Ia berusaha berteriak, tetapi hanya mampu berkata lirih. Ted Bundy yang merasa kesal mengambil ancang-ancang untuk memukul Kathy kembali.

Namun, tiba-tiba muncul cahaya dari sebuah mobil yang menyilaukan ruangan. Ted Bundy panik dan bergegas kabur, lalu meninggalkan Kathy dan temannya. Kathy kemudian berlari sambil menopang dagunya yang bersimbah berdarah untuk meminta pertolongan kepada teman-temannya.

Kathy pun mendapatkan pertolongan di rumah sakit dan harus menjalani perawatan selama enam minggu dengan kondisi mulut yang tertutup. Ia juga hanya bisa memakan makanan cair yang disalurkan menggunakan selang.

Tidak sampai di situ, tiga minggu setelah kejadian tersebut, Ted Bundy kabur dan menculik seorang anak perempuan berusia 12 tahun dari Lake City, Florida bernama Kimberly Leach. Ted Bundy membunuh Kimberly dengan memutilasinya, lalu mayatnya dibuang ke kandang hewan yang terbengkalai. Sekitar dua bulan kemudian, Ted Bundy berhasil ditangkap.

Kathy menjadi salah satu saksi di persidangan Ted Bundy. Hanya kurang dari tujuh jam, Ted Bundy dinyatakan bersalah atas dua kasus pembunuhan, tiga kasus percobaan pembunuhan, dan kasus-kasus kejahatan lainnya. Meskipun masih diselimuti trauma, Kathy mengaku lega atas keputusan tersebut.

Ted Bundy yang sebelumnya pernah dipenjara pada tahun 1975, kabur sebanyak dua kali pada tahun 1977, lalu kemudian dijatuhi hukuman mati pada tahun 1979 dieksekusi menggunakan kursi listrik 10 tahun kemudian setelah proses banding yang panjang.

Melansir dari The New York Times, saat eksekusi berlangsung, kerumunan bersorak gembira dari luar penjara usai melihat blok penjara diterangi lampu sorot yang menandakan eksekusi tersebut dilakukan. Usai Ted Bundy dinyatakan meninggal dunia, kerumunan tersebut pun bersorak gembira.

“Ini adalah masalah besar, sebagian dari kami telah menunggu 11 tahun untuk momen ini,” ucap Carey Harper, salah satu dari kerumunan tersebut kepada The New York Times.

Fakta lainnya, Ted Bundy sebelumnya merupakan pemuda yang dikenal baik dan berprestasi. Ia bahkan menyukai anak-anak dan aktif di Pramuka (Inggris: Scout). Jerry Blair, jaksa penuntut negara bagian mengatakan bahwa Ted Bundy melakukan aksinya hanya karena ingin membunuh demi sensasi semata.

“Ted Bundy adalah pria yang kompleks yang entah bagaimana telah salah arah. Dia membunuh demi sensasi semata dan menantang dirinya untuk melarikan diri dari para pengejarnya,” ucap Jerry Blair kepada The New York Times.

Ted Bundy sendiri mengaku bahwa alkohol berperan dalam perubahan suasana hatinya. Ia juga mengungkapkan kepada seorang Psikolog dari Komisi Pornografi Federal, James Dobson bahwa kejahatan yang dilakukan terinspirasi dari konten-konten pornografi untuk mewujudkan fantasinya.

Kasus Ted Bundy, pembunuhan berantai menjadi pelajaran berharga untuk menjaga diri dari pengaruh buruk yang dapat menerjunkan diri ke dalam jurang kriminalitas.

Hingga kini, sosok Ted Bundy masih diingat dalam sejarah mengerikan yang membayang-bayangi masyarakat dan membuat mawas diri banyak orang, khususnya di AS.

Ted Bundy dinyatakan meninggal dunia pada 24 Januari 1989 pukul 07:16 pagi setelah tubuhnya dialiri 2.000 volt listrik selama satu menit. Kematiannya tersebut dirayakan dengan penuh sukacita oleh banyak orang di AS.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#ted bundy