KEBUMEN - Langkah kakinya tenang. Pandangan matanya teduh dengan perkataan bersahaja. Dia juga tak canggung untuk lebih dulu menyapa anggotanya. Ya, itulah sosok Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Di balik jabatan yang melekat, Putu justru tak ingin tampil menonjol. Dia lebih cenderung menampakkan sisi lain pribadi yang sederhana. Tanpa neko-neko dan tetap fokus mengutamakan amanah pengabdian yang diemban. "Saya orangnya tidak aneh-aneh. Apa adanya saja," jelasnya Jumat (23/1).
Sejak awal mengabdi, dia mengaku lebih mengedepankan kerja nyata ketimbang sibuk pencitraan. Bagi dia keberhasilan tugas kepolisian diukur sejauh mana polisi hadir untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Dia yakin pendekatan secara humanis dan sikap rendah hati ini akan menjadi bekal penting untuk berbaur dengan masyarakat. "Saya tidak pernah memasukkan visi dan misi saya di dinas, karena jabatan cuma sebentar," ungkapnya.
Selama bertugas, dia membawa prinsip kepemimpinan sederhana namun tetap tegas. Dia juga tak segan menyapa dan berdialog langsung. Baik dengan anggota maupun masyarakat umum. Dari kesederhanaan ini membuat dia dekat dengan berbagai lapisan. "Kalau anggota nyaman, mereka melayani masyarakat dengan sepenuh hati," kata lulusan Akpol 2006 itu.
Putu sendiri bukan orang asing di lingkungan Polda Jawa Tengah. Dia sempat mengemban amanah di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Sebelum pindah ke Kebumen, dia dipercaya sebagai Kapolres Tegal Kota. Jauh sebelum itu sekitar 2012, dia menjabat sebagai Kapolsek Ajibarang, Banyumas. Tak berselang lama pindah ke PJR Polda Jateng.
Setelah itu, bergeser ke bagian selatan Kota Semarang sebagai Kapolsek Banyumanik. Kemudian perjalanan kariernya menghantarkan dirinya menjabat Wakapolres Jepara. Lalu, dia memutuskan untuk berangkat sekolah staf dan pimpinan (Sespim) Polri. Setelah itu, Putu bertugas di Mabes Polri. Sebelum akhirnya ke Tegal Kota dan bergeser ke Kebumen. "Kenapa saya kerasan di Jawa Tegah, karena orangnya enak, makan murah," kelakarnya.
Pria kelahiran Bali, 5 April 1985 ini diketahui cukup gemar berolahraga. Bahkan di usia muda dulu sempat berdiri di atas podium 1 pada kejuaraan karate di Bali. Selama ini dia terus meneguhkan komitmen untuk berjalan senyap namun setiap langkah pengabdian diharapkan dapat meninggalkan jejak bermakna. Dia yakin kesederhanaan dan ketulusan memiliki ruang tersendiri dalam jiwa kepemimpinan. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita