Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jejak Kiprah Wiranto dan Prestasi Anak-Anaknya Bersama Rugaiya Usman

Magang Radar Jogja • Rabu, 19 November 2025 | 18:17 WIB
Foto Keluarga Jenderal Wiranto.
Foto Keluarga Jenderal Wiranto.

RADAR JOGJA - Sebagai salah satu tokoh nasional yang pernah menduduki berbagai posisi strategis, kiprah Wiranto tak hanya mewarnai perjalanan politik Indonesia, tetapi juga menginspirasi keluarga yang dibangunnya bersama Rugaiya Usman.

Wiranto lahir 4 April 1947, ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1968.

Wiranto pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada periode 1989-1993.

Setelah menjadi ajudan Presiden ke-2, karir militernya meroket.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya pada 1993.

Panglima Kodam Jaya 1994, Pangkostrad 1996, dan kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada 1997.

Selain menjadi Panglima ABRI, Wiranto juga menduduki jabatan sebagai Menteri Keamanan Pertahanan (Menhankam) pada Kabinet Pembangunan VII 1998.

Pada masa transisi Orde Baru ke reformasi, Wiranto menempati jabatan sebagai Menhankam pada Kabinet Reformasi Pembangunan Presiden Habibie dan setelah pemerintahan Presiden ke-3 berakhir, Wiranto ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada Kabinet Nasional Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tahun 1999-2000.

Setelah Wiranto resmi pensiun dari dunia militer, Jenderal TNI (Purn) Wiranto memilih untuk berkarier di dunia politik dan bergabung di Partai Golkar.

Wiranto mengikuti Konvensi Nasional untuk maju sebagai calon presiden.

Ia bersaing ketat dengan Akbar Tandjung yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Pada Konvensi Nasional tersebut, Wiranto menang dan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2004 dari Partai Golkar.

Pada Pemilu tersebut ia kalah tetapi Wiranto tidak menyerah, ia maju lagi sebagai cawapres dalam pilpres 2009 berpasangan dengan Jusuf Kalla, tetapi kalah oleh Presiden SBY.

Dua tahun setelahnya Presiden ke-7 Joko Widodo memilih Jenderal (Purn) Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamaan Mengganti Luhut Binsar Pandjaitan dalam Kabinet Kerja yang kedua.

Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi, Jenderal Wiranto dipercaya sebagai ketua Dewan Pertimbangan Presiden hingga masa akhir jabatannya pada 20 Oktober 2024.

Kini Wiranto mengemban amanah baru dari Presiden Prabowo Subianto menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan.

Di balik perannya sebagai pejabat publik, Wiranto dikenal berhasil menanamkan nilai disiplin dan kerja keras kepada anak-anaknya, yang kini turut menorehkan prestasi di bidangnya masing-masing.

Wiranto dan Almh Rugaiya membesarkan tiga anak mereka, Amalia Sianti, Maya Wiranto, dan yang terakhir Zainal Nurrizki.

Putri sulungnya Amalia pernah mengisi kursi MPR di awal tahun 2000 an, tetapi hanya bertahan selama beberapa bulan sebelum mengundurkan diri.

Setelah itu ia fokus membangun keluarga dengan Abdi Setiawan, suaminya.

Anak keduanya, Zainal Nurrizki ia memilih meninggalkan Universitas Gadjah Mada demi untuk belajar islam di Afrika Selatan.

Ia ingin memperdalam Al-Qur’an dan akhlak bukan karena tuntutan atau tekanan tetapi karena keinginan pribadi, jelas Wiranto beberapa tahun yang lalu.

Di usia 23 tahun setelah satu tahun belajar di Johanesburg, Zainal meninggal dikarenakan sakit demam dan dimakamkan di Afrika Selatan. (Priskila)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#wiranto #prestasi #Kiprah Wiranto #Rugaiya Usman #jejak