MAGELANG - Perjalanan karier Prawerti Prajnajati, Sekretaris DPRD Kota Magelang yang baru dilantik pada Oktober lalu, bukanlah kisah yang dibangun dalam semalam. Ada rangkaian panjang dedikasi, pilihan-pilihan berani, kerja keras, keteguhan prinsip, dan kemampuan membaca peluang di tengah perubahan zaman.
Di balik sosoknya yang tenang, tersimpan kisah tentang bagaimana seorang atlet pencak silat nasional mampu meniti karier birokrasi hingga mencapai jabatan strategis di pemerintahan kota. Karier Tinuk, sapaan akrabnya di dunia pemerintahan justru dimulai dari gelanggang olahraga.
Dia mengaku selalu berpegang pada prinsip bahwa seorang pejabat harus berani memberi peringatan atau penjelasan jika ada kebijakan yang keluar dari koridor regulasi. "Di bidang hukum, kita harus punya idealisme. Karena saat tidak terbelenggu kepentingan, kita bisa menjalankan fungsi kontrol dengan lebih jernih," ujarnya.
Beberapa proyek penting turut melibatkan dirinya. Salah satunya penyusunan MoU dan PKS balai Kota Magelang, serta penyelesaian masalah aset eks Magelang Theatre, proyek yang sempat mengalami hambatan namun akhirnya dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang panjang.
"Bukan berarti saya punya andil besar, tapi saya bersyukur bisa ikut terlibat," tuturnya.
Meski bekerja, Tinuk masih aktif bertanding hingga bertahun-tahun kemudian. Barulah pada 2008, dia memutuskan untuk 'menggantungkan sabuknya'. Karena dia fokus merawat sang ibu yang tengah sakit.