Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Pulung Hindawan, Satu Dekade Jalankan Bisnis Celana, Bermodalkan Rp 600 Ribu, Omzet per Bulan Sentuh Rp 50 Juta

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 19 Oktober 2025 | 16:10 WIB
GIGIH: Pulung Hindawan yang memulai usaha bisnis celan dari modal Rp 600 ribu. Kini dia berhasil meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulan.
GIGIH: Pulung Hindawan yang memulai usaha bisnis celan dari modal Rp 600 ribu. Kini dia berhasil meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulan.

 

 

BANTUL - Pekerjaan Pulung Hindawan berawal dari kru produksi film. Dia hanya bekerja di belakang layar. Namun dia nekat beralih mendirikan usaha produksi celana di Bantul pada 2015.

Munculnya brand Alien Factory tidak lepas dari tempat kerja sebelumnya. Di lokasi syuting, Pulung kerap melihat crew film menggunakan celana cargo pendek. Dari situlah pikirannya untuk memproduksi celana tumbuh.  "Modale cuma niat sama semangat punya usaha sendiri," lontarnya kepada Radar Jogja Jumat (17/10).

Awal mula produksi, hanya bermodalkan sekitar Rp 600 ribu. Modal tersebut dapat menghasilkan sekitar satu lusin celana cargo pendek. Itu pun karena ia bekerja sama dengan rekannya yang mempunyai jasa jahit.

"Dari awal memang fokus kami di penjualan khusus cargo pendek, karena memang dulu minat cargo pendek itu masih banyak," bebernya.

Strategi penjualan, lanjutnya, hanya mengandalkan status media sosial miliknya. Selain itu, dia juga aktif mempromosikan produknya di grup Facebook. Bahkan untuk pengirimannya, dilakukan sendiri. Sistem pembelian celana cargo ini lewat cash on delivery (COD). "Jauh dulunya tetap gas, bahkan sampai dimarahin istri gara-gara nganter jauh tapi cuma satu celana," kelakarnya.

Di awal jualan, harga satu celana dibanderol Rp 75 ribu. Dari satu lusin celana yang diproduksi, dia mampu meraup untuk sekitar Rp 600 ribu.

Selama itu pula, dia belum memiliki toko offline. Dagangannya bahkan hanya dipajang di kursi ruang tamu rumah. Kamar ibunya pun dikorbankan menjadi ruang ganti pelanggan yang ingin membeli celana langsung datang di tempat.

Namun usahanya tidak berjalan mulus. Dia sempat kehilangan pembeli. Sampai akhirnya dia mengenal Instagram. “Dan menafaatkan jasa paid promoted," sebutnya.

Sekitar tahun 2017, dia kemudian memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Melalui paid promoted, ia berhasil menarik pelanggan lebih banyak dari sebelumnya. Dengan modal Rp 150 ribu untuk jasa paid promoted, dia bisa meraup untung berkali-kali lipat.

"Saya dari pagi sampai sore sampai kewalahan packing celana karena orderan yang membeludak, pengikut Instagram naik signifikan," jelasnya.

Karena mulai percaya diri dengan meningkatnya jumlah penjualan, dia pun secara bertahap menambah jumlah produksi celana yang dijual. Bahkan, di tahun 2019 dia mulai memanfaatkan market place Shopee untuk berjualan.

"Di tahun 2018-2019 itu masuk masa keemasan kami, penjualan sangat tinggi sebelum ada Pandemi Covid-19," ujarnya.

Dari sana, bisnisnya semakin berkembang. Ia bisa membangun toko fisik dua lantai di rumahnya. Tepatnya di Padukuhan Sumber Batikan, Trirenggo, Bantul pada 2022.

Lantai satu digunakan untuk memajang produknya. Sedanglkan lantai dua digunakan untuk kantor admin toko online.

"Di sekitar tahun itu, omzet per bulan bisa mencapai Rp 100 juta, kalau sekarang ya turun sekitar Rp 50 juta," jelasnya.

Mantan bartender di sebuah kafe ini mengaku, tidak mempunyai background pendidikan bisnis. Dia hanya belajar dari pengalaman. Yakni memulai bisnis dan belajar sambil berjalan. Selama satu dekade, dia menekuni bisnisnya dan mempunyai dua karyawan di tokonya.

"Sebuah usaha kuncinya harus harus ditekuni. jualan sepi itu dicari penyebabnya. Bagaimana caranya  promosi dan sebagainya," pesannya. (oso/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#celana cargo #Trirenggo #Kru #bisnis #Pulung Hindawan #brand #Bantul #Produksi Film #belakang layar #Alien Factory #Cargo