Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Dandim 0731 Kulon Progo Dyan Niti Sukma, Cita-Cita Jadi TNI Pernah Ditolak Ortu

Anom Bagaskoro • Minggu, 5 Oktober 2025 | 14:35 WIB

 

Dandim 0731 Kulon Progo Dyan Niti Sukma
Dandim 0731 Kulon Progo Dyan Niti Sukma
 

KULON PROGO - Cita-cita Letkol Inf Dyan Niti Sukma menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah tak disetujui orang tuanya. Hal ini bukan tanpa sebab. Lantaran TNI memiliki tanggung jawab melindungi negara dengan pertaruhan nyawa.

Lahir di Semarang, 21 April 1984, Dyan dibesarkan dalam keluarga religius dan penuh kedisiplinan. Ayahnya merupakan guru, sementara ibunya adalah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kumdam IV Diponegoro. Pengaruh lingkungan pesantren juga membentuk mentalnya hingga sekarang.

 Baca Juga: Kongres Gagal Sepakati Anggaran, Pemerintah AS Mengalami Shutdown

"Seperti anak-anak pada biasanya, pulang sekolah dijemput bapak, pulang bersama ibu," ucap Dyan saat ditemui Radar Jogja, Jumat (3/10).

Dengan mengenakan sepeda motor berboncengan dengan bapak ibu, kenangan itu masih melekat. Selama menunggu jemputan, Dyan menunggu di tempat kerja ibunya. Suasana di lingkungan militer itulah yang mendasari cita-citanya.

Masa remaja, Dyan memutuskan karirnya untuk masuk TNI. Tak berjalan mulus seperti prediksinya, orang tuanya tidak merespons baik pilihan cita-cita itu.

 Baca Juga: Hentikan dan Evaluasi Total Progam MBG, Begini Kritik Pedas Ibu-Ibu Gerakan Suara Ibu Indonesia Yogyakarta dalam Aksi Panci

"Yang berpikir panjang bapak, sedangkan ibu gembosi supaya memastikan niat dan cita-cita itu," ujarnya.

 

Meski tekadnya sudah bulat, perjalanan menjadi TNI pun tetap menemui halangan. Dua tahun menjelang pendaftaran, Dyan tertimpa kecelakaan. Membuat tulang tangannya patah. Peristiwa itu, sempat mematahkan semangatnya untuk meniti karir di militer. "Sempat bingung, tapi mau tak mau harus semangat lagi," ujarnya.

 Baca Juga: Ngopi Sambil Membaca, Ini Rekomendasi Coffee Shop dengan Bookshop Nyaman di Jogja

Dyan tak mau mengambil jalan memutar. Selama setahun dia fokus memulihkan cidera. Sedangkan, setahun kemudian dipenuhi dengan latihan fisik persiapan mendaftar Akademi Militer (Akmil).

 

Berkat persiapan yang tak seperti teman sebayanya, Dyan mendapat tiket masuk mendaftar Akmil. Dibayar dengan perjuangan dan persiapan, mendaftar Akmil dengan biaya gratis. Dari situlah, awal mula karir militernya berjalan.

"Masuk akmil ataupun TNI gratis, sama seperti sekarang tentu persiapannya harus serius," ungkapnya.

 Baca Juga: Rektor UII dan Busyro Muqqodas Ajukan Penangguhan Penahanan M Fakhrurrozi atau Paul, 'Aktivis Bukan Musuh Negara'

Selama 3,5 tahun, Dyan ditempa dari seorang sipil menjadi abdi negara. Lulus di tahun 2005, Dyan langsung berpangkat letnan dua dan ditugaskan di luar Pulau Jawa.

 

Penugasan pertama dilakukan di Kodam XVI Pattimura. Tepatnya sebagai Danton di Tobelo, Maluku Utara. Penugasan di wialayah rawan konflik membentuk kepemimpinannya. Salah satu yang dipegang teguh adalah melarang anggotanya mengonsumsi alkohol.  

 Baca Juga: Ngopi Sambil Membaca, Ini Rekomendasi Coffee Shop dengan Bookshop Nyaman di Jogja

Ketegasan itu, bukan tanpa sebab. Lantaran, alkohol berpotensi membuyarkan konsentrasi dan membuat konflik. Hal ini ditegaskan bahkan saat dirinya sedang menghadiri acara adat masyarakat. Dengan tetap menghargai budaya masyarakat sekitar, tanpa menghindari ketugasan dyan beberapa kali ditugaskan di luar Pulau Jawa. Hingga akhirnya ditugaskan di Kodim 0731 Kulon Progo.

Dyan menyebut, kesuksesannya tidak lepas dari pesan orang tuanya. Untuk tidak meninggalkan salat dan memasrakhan segala usahanya kepada Sang Pencipta. "Ojo lali salate, pasrahno kabeh karo Gusti Allah," ujarnya.

 Baca Juga: Semarak Peringati Hari Batik Nasional, Pemkab Kulon Progo Ajak Pelajar hingga Mahasiswa Perguruan Tinggi Belajar Membatik

Kepada pembaca Radar Jogja, dia juga berpesan untuk tak menyerah dalam kondisi apa pun. Menurutnya setiap ada halang rintang, dipastikan terdapat jalan keluar. Tak lupa, dirinya menyemangati generasi muda untuk mendaftar menjadi tentara. Pada Oktober ini, terdapat penerimaan Tamtama. Dipastikan, pendaftar tak dikenai biaya alias gratis. Dyan berharap pendaftar generasi muda mempersiapkan diri, baik fisik hingga mental. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Akademi Militer (Akmil) #TNI #Kulon Progo #Militer #Dandim 0731 Kulon Progo Dyan Niti Sukma #Tentara Nasional Indonesia #karir #Dandim 0731 Kulon Progo #Letkol Inf Dyan Niti Sukma