Beliau berpulang pada 2 Oktober 1988 di Washington, D.C., Amerika Serikat, saat sedang menjalankan kunjungan tugas.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912. Dalam perjalanan hidupnya, ia memainkan peran besar dalam perjuangan kemerdekaan.
Saat ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta pada tahun 1946, Sultan IX dengan tegas membuka Keraton Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia dan memberi dukungan penuh bagi perjuangan para pemimpin bangsa.
Selain itu, Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno.
Kemudian Sultan IX juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1973–1978 serta aktif di berbagai organisasi nasional dan internasional.
Kepemimpinannya yang sederhana, berwibawa, dan berpihak pada rakyat membuatnya dihormati di dalam maupun luar negeri.
Wafatnya Sri Sultan terjadi mendadak setelah beliau mengalami pendarahan internal di Washington, D.C. pada 2 Oktober 1988.
Meski sempat mendapat perawatan di George Washington University Medical Center, beliau dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.05 waktu setempat, atau 3 Oktober pagi waktu Indonesia.
Jenazah beliau kemudian dipulangkan ke tanah air dan dimakamkan dengan upacara kenegaraan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.
Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.
Kini, setiap 2 Oktober diperingati sebagai hari wafatnya seorang tokoh besar bangsa.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX dikenang bukan hanya sebagai raja Yogyakarta, tetapi juga sebagai pahlawan nasional yang mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan, persatuan, dan kejayaan Indonesia.
Penulis: Ni Made Shinta Apriliayani