Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) dalam keterangan resminya, Jumat, menyampaikan bahwa atlet berusia 19 tahun itu mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan intensif hampir dua pekan di Rumah Sakit G.A. Zakharyin akibat insiden saat latihan.
Naufal dikenal sebagai salah satu harapan besar gimnastik Indonesia.
Ia tengah dipersiapkan untuk tampil di Kejuaraan Dunia FIG Artistic Gymnastics ke-53 tahun 2025 di Jakarta, SEA Games 2025 di Thailand, serta diproyeksikan menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.
Sejak 1 September, Naufal bersama empat rekannya mengikuti pemusatan latihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Penza, Rusia, dengan dukungan penuh dari PPON Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Naufal merupakan salah satu atlet yang dipersiapkan tampil di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025, SEA Games 2025 Bangkok, dan diproyeksikan dapat lolos Olimpiade 2028 Los Angeles.
Namun, takdir berkata lain. Dalam sebuah sesi latihan, ia mengalami kecelakaan serius yang membuatnya harus mendapat perawatan intensif di ICU.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Naufal, atlet nasional kita, telah berpulang. Ia adalah talenta muda dengan kepribadian yang baik. Kehilangan ini merupakan duka mendalam bagi keluarga besar gimnastik Indonesia,” ujar Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, dalam keterangan tertulis di Jakarta.
"Namun di tengah program latihan tersebut, Naufal mengalami kecelakaan saat berlatih dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia dirawat secara intensif di ruang ICU, dan seluruh pihak terus berupaya memberikan penanganan terbaik," tulis Gimnastik Indonesia.
Sejak hari pertama, Federasi Gimnastik Indonesia telah menjalin koordinasi intensif bersama KBRI Moskow, Federasi Gimnastik Rusia, Kedutaan Rusia di Jakarta, serta pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sebaik mungkin.
Selain itu, FGI juga berupaya memfasilitasi keberangkatan keluarga Naufal ke Rusia guna mendampingi proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.
Penulis: Ni Made Shinta Apriliayani