Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Raphael Danu Pemilik Studio Tato Tengkorak Kecil di Sayidan, Seminggu Menato Satu Lengan, Habis Rp 15 Juta

Magang • Kamis, 25 September 2025 | 17:10 WIB
Mengenal Raphael Danu Pemilik Studio Tato Tengkorak Kecil di Sayidan, Seminggu Menato Satu Lengan, Habis Rp 15 Juta
Mengenal Raphael Danu Pemilik Studio Tato Tengkorak Kecil di Sayidan, Seminggu Menato Satu Lengan, Habis Rp 15 Juta

JOGJA - Jika kamu berjalan-jalan ke Sayidan dan menemukan studio mungil bertuliskan Tengkorak Kecil, mampirlah sebentar. Di dalamnya, kamu akan menemukan lebih dari sekadar tinta dan jarum, ada cerita, dedikasi, dan semangat untuk terus berkarya lewat kulit sebagai kanvasnya.

Di sebuah sudut kota Jogja yang ramai namun penuh kejutan, terdapat studio tato kecil yang menyimpan banyak cerita. Namanya Tengkorak Kecil. Nnama yang terdengar nyentrik, namun justru menggambarkan semangat personal dan jenaka dari pemiliknya, Raphael Danu.

Pria kelahiran Jogja berusia 43 tahun itu adalah seniman tato yang telah menggeluti dunia seni tubuh ini sejak 2008. Ia memulai langkahnya dari hal yang sederhana, hobi menggambar. Sebelum jarum-jarum tato menjadi alat kerjanya, Danu terlebih dahulu menciptakan desain-desain untuk sablon kaos, logo, graffiti, dan media visual lainnya.

“Bisnis ini datang dari hobi dan kesenangan pribadi,” kenangnya saat ditemui Radar Jogja, Selasa (23/9). “Dulu saya suka menggambar desain untuk kaos dan graffiti, sampai akhirnya tertarik mencoba tato.”

Studio Tengkorak Kecil kini berlokasi di Jalan Lobaningratan No. 7, Prawirodirjan, Gondomanan, Jogja—tepat di petak yang sama dengan Doggyhouse dan Kafe Milli, milik band Shaggydog. Lokasi ini terbilang strategis dan mudah dijangkau. Namun sebelumnya, studio ini sempat beroperasi di kawasan Prawirotaman.

“Pindah ke Sayidan baru Maret 2025 kemarin,” ujar Danu, yang juga dikenal sebagai penggemar skateboard.

Meski studio ini kecil dan tampak sederhana, pelanggan Danu datang dari berbagai daerah. Mulai dari teman-teman sendiri, turis lokal, hingga wisatawan mancanegara. Tak sedikit di antara mereka yang menjadi pelanggan setia, kembali berkali-kali karena kecocokan desain dan kenyamanan proses pengerjaan. 

“Ada yang sudah datang berkali-kali karena ketertarikan dengan gaya desain saya,” ucapnya.

Koleksi desainnya beragam, mulai dari animasi tengkorak bergaya kartun, logo, tipografi, hingga gambar realis seperti wajah manusia atau hewan.Tarif tato di studio Tengkorak Kecil dimulai dari Rp 600 ribu  untuk ukuran kecil sekitar 5x5 cm.

Biaya bisa bertambah tergantung pada ukuran, kompleksitas desain, jenis tinta, dan detailing.“Yang paling mahal biasanya desain tato realis karena perlu ketelitian tinggi dan ukurannya juga besar,” jelasnya.

Tantangan lainnya adalah menerjemahkan keinginan pelanggan ke dalam desain tato. Proses ini bisa memakan waktu lama, terutama jika pelanggan hanya menjelaskan secara lisan tanpa referensi visual. “Menyatukan konsep itu susah. Tapi justru di situlah seninya,” tambahnya.

Pengerjaan satu tato bisa memakan waktu minimal 30 menit hingga berjam-jam, tergantung kompleksitas desain. Oleh karena itu, Danu menerapkan sistem reservasi lewat WhatsApp dan media sosial untuk mengatur jadwal kerja.

Ia sempat mengenang salah satu proyek terbesarnya: tato penuh di lengan seorang pelanggan, yang memakan waktu hampir seminggu dan menghabiskan biaya hingga Rp 15 juta.  “Itu sekitar 2015 atau 2016. Desainnya rumit, pengerjaannya juga harus ekstra hati-hati.”

Meski bergerak di dunia tato, Danu tidak tergabung dalam komunitas tato manapun. Ia lebih memilih jalur independen. Menjalankan bisnisnya secara mandiri dengan dukungan dari teman-teman di skena musik underground Jogja.

(Antonius Bondan Satrio Aji)

 

 

 

 

Editor : Heru Pratomo
#tengkorak #Sayidan #shaggy dog #prawirotaman #skateboard #tato #jarum #Kafe #Doggyhouse Shop