Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nestapa Penjual Bunga di Kotabaru yang Bersebelahan dengan Depo RRI: Harum Bunga Mawar dan Melati Kini Sudah Tidak Lagi Sedap

Iwan Nurwanto • Kamis, 25 September 2025 | 05:25 WIB

 

Salah satu karyawan Melati Florist di Jalan Ahmad Jazuli, Kotabaru, Kota Jogja yang terdampak langsung membludaknya Depo RRI pada Rabu (24/9/2025).   
Salah satu karyawan Melati Florist di Jalan Ahmad Jazuli, Kotabaru, Kota Jogja yang terdampak langsung membludaknya Depo RRI pada Rabu (24/9/2025).  

JOGJA - Nestapa sangat dirasakan oleh Yuan Della. Pemilik toko bunga Melati Florist di Jalan Ahmad Jazuli, Kotabaru, Kota Jogja ini setiap hari harus berhadapan dengan depo sampah membeludak.

Kondisi itu sungguh ironis, karena seharusnya toko bunga harum wewangi. Bahkan, kini harumnya tak lagi sedap. 

Terganggu, kata itu yang pertama kali terucap dari bibir Della. Saat disinggung tentang kondisi Depo Kotabaru yang sudah membludak selama empat bulan terakhir.

Perempuan ini mengaku, kondisi Depo RRI sudah sangat memprihatinkan. Bau busuknya menyeruak.

Bahkan sudah menutup harum wangi dari berbagai jenis bunga yang dijual di tokonya.

Tidak hanya itu, halaman depan tokonya juga sudah banyak belatung dan genangan air lindi.

Bahkan bunga-bunga yang lumrahnya dihinggapi oleh lebah justru dikerubungi ratusan ekor lalat.

Della menyatakan, kondisi tersebut sangat menyulitkan baginya. Sebab cukup berdampak pada menurunnya jumlah pembeli bunga. Lantaran banyak calon pelanggan yang enggan mampir akibat bau sampah.

“Sebelum depo membeludak itu sehari 20 pembeli itu pasti ada, sekarang paling banyak hanya 10. Turun 50 persen,” ujar Della saat ditemui di tokonya, Rabu (24/9/2025).

Dia berharap, permasalahan Depo RRI yang membludak bisa segera diselesaikan oleh pemerintah. Sebab yang terdampak tidak hanya para penjual bunga. Namun juga masyarakat sekitar.

Baca Juga: Enam Formasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Bantul Dilelang, Pendaftaran Dibuka lewat BKN

Della tidak menampik, upaya pengangkutan sejatinya sudah dilakukan oleh petugas sampah.

Namun memang belum berdampak signifikan. Sebab ketika diambil satu truk, maka akan datang tumpukan satu truk kembali.

“Sehingga kondisinya seperti tidak ada pengurangan selama empat bulan ini,” bebernya.

Menurut dia, jika kondisi tersebut terus berlanjut maka tidak hanya dampak lingkungan saja yang dirasakan.

Namun dikhawatirkan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat sekitar.

Della menyebut, tumpukan sampah di Depo RRI sudah mencapai ketinggian lebih dari 2 meter.

Bahkan lebih tinggi dari jejeran bangunan penjual bunga di Jalan Ahmad Jazuli.

Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung akan menjadi sarang bagi berbagai jenis hewan penyebar beberapa jenis penyakit seperti lalat dan tikus.

Selain itu juga mengganggu pernafasan karena sudah tidak lagi menghirup udara bersih.

“Sudah saatnya dibersihkan, apalagi di sini (Depo RRI) sekitarnya perkantoran, rumah warga, dan ada gereja juga,” ungkap Della. (inu/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Harum #bau busuk #Depo RRI #penjual bunga #bau tak sedap #bau