Sosok pemuda yang dijuluki “Raja Kripto Indonesia” ini kerap mencuri perhatian publik, tidak hanya prestasinya di dunia investasi, tetapi ucapan kontroversialnya yang memicu pro dan kontra.
Belum lama ini, Timothy diundang tampil di kanal YouTube Bigmo/Niceguymo dan dalam obrolan tersebut ia mengeluarkan statement kontroversial, bahwa aktivitas gym adalah hal paling bodoh.
“Menurut gue orang yang suka nge gym yang sampai jadi banget badannya itu nggak mungkin sepinter itu karena itu aktivitas paling goblok yang pernah gue temui.” Ujarnya.
Lantas statementnya itu jelas memantik pro dan kontra warganet yang menonton. Banyak warganet yang mengkritik bahkan menghujat, Timothy dinilai terlalu merendahkan gaya hidup sehat.
Selain itu, Timothy juga pernah menyinggung kebiasaan tidur siang seperti bayi. Statementnya tersebut juga menuai pro dan kontra di kalangan warganet.
Ada yang menilai dengan serius, namun ada pula yang menanggapi dengan candaan serta menjadikannya sebagai konten pengingat dan lucu-lucuan di media sosial.
Borong 11 Juta Lembar Saham BBCA
Timothy yang dijuluki Raja Kripto Indonesia ini, ternyata sudah mengenal dunia pasar modal sejak usianya 14 tahun. Kala itu Timothy disebut telah mendalami buku-buku klasik Benjamin Graham, mentor investasi Warren Buffet, seperti The Intelligent Investor.
Di usianya yang masih muda (24), Timothy berhasil mencuri perhatian di dunia keuangan Indonesia, dengan kepemilikan saham PT. Bank Central Asia, Tbk (BBCA) hingga mencapai 11 juta lembar. Timothy bahkan dijuluki sebagai “The Next Warren Buffet” Indonesia.
Jika mengacu pada harga saham BBCA pada penutupan perdagangan Kamis (28/8/2025) saham BBCA berada di level Rp 8.325 per lembar, diasumsikan total dana Timothy yang tertanam di salah satu saham blue chip tersebut mencapai Rp 90, 58 miliar.
Profil Timothy Ronald
Timothy Ronald lahir pada 22 September 2000 di Tangerang. Sejak usia remaja ia dikenal sudah memiliki jiwa bisnis yang kuat.
Hobinya bermain game membuka peluang baginya meraih posisi runner up dalam turnamen Mobile Legends Nasional.
Dari situ ia membuka jasa joki game, kemudian waktu SMA dirinya mulai menekuni bisnis kecil-kecilan seperti jualan pomade impor.
Timothy sempat menempuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara (BINUS) jurusan Sistem Informasi, namun tidak diteruskan.
Ia lebih memilih berhenti kuliah dan fokus membangun karirnya di dunia bisnis hingga terjun ke dunia finansial.
Di usia 20 tahunnya, ia berhasil mendapat Rp 1 miliar pertamanya. Kemudian ia bersama rekannya, Raymond Chin dan Felicia Putri Tjiasaka mendirikan platform Ternak Uang, ruang belajar investasi bagi pemula.
Pada tahun 2022, ia memperluas sayapnya dengan mendirikan Akademi Crypto yang menyediakan pelatihan khusus bagi mereka yang ingin mengenal dan belajar mendalami aset digital.
Namanya kian melambung usai tercatat sebagai pemegang saham termuda di Holywings Group.
Di luar dunia bisnis dan finansial, ia juga dikenal aktif di bidang sosial lewat Ronald Foundation yang berfokus pada pembangunan sekolah di daerah terpencil.
Penulis: Ayu Andayani Saputri
Editor : Bahana.