DPR RI telah meresmikan Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Dalam pembahasannya, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menyinggung nama Mochamad Irfan Yusuf atau yang dikenal dengan nama Gus Irfan, Kepala BP Haji berpotensi akan menjadi Menteri Haji dan Umrah.
“Dan tentu nanti Gus Irfan ya tidak lagi menjadi kepala badan (BP Haji), tapi menjadi Menteri Haji.” Kata Marwan. Marwan juga menerangkan, kini Menteri Agama tidak lagi mengurusi soal haji, tetapi menjadi ulama.
Siapa Gus Irfan?
Gus Irfan yang memiliki nama asli KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim lahir di Jombang, Jawa Timur, 24 April 1962. Ia dikenal sebagai politikus dari fraksi Gerindra yang kini menjabat sebagai Kepala BP Haji.
Gus Irfan diketahui merupakan putra dari KH Yusuf Hasyim sekaligus cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Irfan menempuh pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Jombang kemudian melanjutkan ke SMPP Jombang yang kini menjadi SMAN 2 Jombang dan lulus di tahun 1981.
Kemudian, ia melanjutkan studinya ke perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur dan meraih gelar Sarjananya pada tahun 1985 dan melanjutkan pendidikan magisternya di kampus yang sama.
Menjadi bagian dari keluarga besar Pesantren Tebuireng, Sejak tahun 1989 hingga 2006, Gus Irfan aktif sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng.
Tahun 1996 hingga 2016, ia diamanatkan menjadi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng. Kini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU).
Gus Irfan juga mengembangkan kiprahnya ke dunia politik. Ia merupakan kader Partai Gerindra.
Pada 2024, ia menjabat sebagai anggota DPR periode 2024-2029, namun setelahnya ia dilantik presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BP Haji.
Usai BP Haji diresmikan menjadi Kementerian Haji dan Umrah, namanya disebut-sebut akan menjadi Menteri Haji dan Umrah.
Penulis: Ayu Andayani Saputri