Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Veda Ega Pratama Tiga Kali Buat Indonesia Raya Berkumandang di Eropa, Sudarmono Impikan Moto 3

Yusuf Bastiar • Rabu, 16 Juli 2025 | 16:10 WIB
Veda Ega Pratama, pebalap asal Gunungkidul menjadi terdepan dua kali saat Red Bull Rookies Cup 2025
Veda Ega Pratama, pebalap asal Gunungkidul menjadi terdepan dua kali saat Red Bull Rookies Cup 2025

GUNUNGKIDUL - Indonesia Raya kali ketiga berkumandang di Eropa. Yaitu dua kali di Sirkuit Mugello Italia dan di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Semuanya berkat pembalap belia asal Gunungkidul Veda Ega Pratama. Ayah sekaligus pelatih pertamanya Sudarmono pun mendukung melalui layar handphone.

Di balik gemilangnya prestasi pebalap muda Veda Ega Pratama yang meraih podium pertama di Race 2 Red Bull Rookies Cup (RBRC) 2025 di Sachsenring, Jerman, Minggu (13/7), ada peran besar Sudarmono.

Seorang ayah yang setia mendampingi dan membimbing sejak awal. Mantan pembalap road race ini pun selalu mendukung anaknya meskipun tak langsung di sirkuit.

Berasal dari Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sudarmono bukan hanya orang tua. Tapi juga pelatih pertama yang memperkenalkan Veda pada dunia balap sejak usia dini.

Meskipun kini Veda bertarung di sirkuit internasional, Sudarmono tetap memantau setiap perkembangan putranya. Sekalipun ia harus menonton laga anaknya dari layar handphone miliknya di rumah.

“Kemarin saya tekankan ke Veda untuk banyak belajar, karena Sachsenring itu sirkuit baru buat dia,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya pada Senin, (14/7). “Di race pertama dia nggak podium karena hujan, tapi saya suka karena dia bisa ambil pelajaran dari situ.”

Baginya, kemenangan Veda bukan sekadar hasil lomba, tetapi buah dari proses panjang pembelajaran dan kerja keras. Yang dimulai dengan melatih naik motor di Alun-Alun Wonosari dan Pasar Hewan Siyono.

Ia tak henti mengingatkan Veda untuk tetap rendah hati dan fokus pada pengembangan diri. Sebelum balapan dia mengingatkan puteranya, yang penting bisa finish dulu. Karena target yang dipasang timnya bukan menang sesaat.

Tapi menjaga konsistensi biar bisa bertahan di tiga besar sampai akhir musim. “Alhamdulillah, di race kedua dia bisa juara satu,” imbuhnya.

Dia berharap Veda bisa konsisten. Sehingga ada harapann agar Veda bisa melangkah lebih jauh menuju ajang balap yang lebih tinggi. Seperti Moto3. Baginya, mimpi anak bisa terwujud bukan hanya karena bakat, tapi juga karena pendampingan yang penuh kesabaran.

“Saya cuma ingin lihat dia main bagus, belajar dari setiap balapan, dan jadi pribadi yang kuat. Itu yang terpenting,” tuturnya.

Veda kini mengoleksi 130 poin dan berada di peringkat ketiga klasemen sementara RBRC 2025. Namun bagi Sudarmono, angka-angka itu hanyalah hasil dari kerja keras yang lebih besar, membentuk karakter, mental, dan tekad sejak dari rumah. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#sirkuit sachsenring #veda ega pratama #indonesia raya #Gunungkidul #jerman #red bull rookies cup #Sirkuit Mugello Italia #Sudarmono