Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dengan Modal Rp 200 Ribu Won.dis Berdayakan Ibu-Ibu Banjarharjo, Kalibawang Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Minggu, 13 Juli 2025 | 06:45 WIB

 

GIGIH: Dwi Martuti menunjukkan olahan cokelat yang dirintis sejak 2017. Kini produk cokelatnya memiliki 47 jenis.
GIGIH: Dwi Martuti menunjukkan olahan cokelat yang dirintis sejak 2017. Kini produk cokelatnya memiliki 47 jenis.

RADAR JOGJA - Kisah Dwi Martuti Rahayu, 42, warga Kalurahan Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo tak hanya berkaitan dengan produksi cokelat miliknya. Jauh dari itu, perempuan ini layak menjadi inspirasi dalam memulai bisnis hingga mampu menembus pasar.


Tuti, sapaan akrabnya mulai merintis bisnis cokelat sejak 2014. Saat itu, produk cokelat bukan menjadi produk utamanya. Lantaran, fokus bisnisnya berada pada pengolahan pegagan menjadi beragam produk. Saat itu, pengolahan pegagan telah mencapai 47 jenis olahan.


"Salah satu olahannya cokelat pegagan, sampai sekarang produk itu tetap best seller," ucap Tuti saat ditemui Radar Jogja di kediamannya Jumat (11/7).


Awalnya, cokelat pegagan dibuat dari bahan bubuk kakao yang dibelinya di toko roti. Dari situ, ide bisnisnya muncul setelah melihat potensi di daerahnya. Kapanewon Kalibawang merupakan penghasil panen kakao di Bumi Binangun. Akan tetapi, sangat minim produk cokelat yang terlihat dari pasar. "Mulai serius terjun di bisnis cokelat 2017," ujarnya.


Tuti mulai menggandeng ibu rumah tangga di sekitar rumahnya membangun bisnis dengan brand Won.dis. Nama itu berasal dari kelompok wani tani di kalurahannya yang bernama Pawon Gendhis.


Sebelum itu, Tuti belajar pengolahan cokelat dari hulu hingga hilir secara otodidak. Saat berhasil membuat beragam varian, dia pun mulai mengajadi para ibu rumah tangga mengolah kakao menjadi cokelat. Bahkan sebagian dari mereka direkrut menjadi pegawai dalam bisnisnya.

"Sekarang sudah banyak yang jual cokelat, bahkan perusahaan besar," ujarnya.


Namun baginya, perusahaan besar tak pernah dianggap sebagai kompetitor. Lantaran, target pasarnya tak sama dengan miliknya.


Justru target yang dituju Tuti adalah varian rasa dari beragam inovasi yang dimilikinya. Hal itulah, yang membuat produk Won.dis dapat diterima dan berhasil bertahan hingga sekarang.


Baginya, memulai usaha perlu pengenalan pasar dan mengambil celah. Sebab kebanyakan orang, memulai usaha dengan ikut-ikutan saja. Akibatnya kalah saing dengan munculnya bisnis baru. "Jangan lupa terus berinovasi dan semangat," pesannya. (gas/eno)

Editor : Herpri Kartun
#ibu rumah tangga (IRT) #kalibawang