BANTUL - Faishal Ahmad Kurniawan, 16, siswa kelas XI SMAN 1 Pundong, menjadi satu-satunya wakil Kabupaten Bantul yang lolos seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2025. Tak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan daerah, kehadirannya juga mewakili semangat juang generasi muda di Bantul.
Menurut Faishal, proses seleksi Paskibraka bukan sekadar baris-berbaris. Namun juga meliputi tes kesehatan, psikotes, wawancara hingga minat bakat.
“Saya memang angkat tangan waktu ditanya siapa yang ingin ke nasional. Waktu itu saya berdoa saja, dan Alhamdulillah akhirnya bisa sampai sejauh ini,” ungkapnya saat ditemui di Pemkab Bantul Kamis (10/7).
Kini, Faishal menaruh harapan besar untuk bisa bergabung sebagai pasukan delapan yang bertugas membawa bendera merah putih dan mengibarkannya di Istana Negara. Namun baginya, berada di posisi manapun tetap merupakan kehormatan besar. Dia pun akan bertolak ke Jakarta pada Senin (14/7) depan.
Pencapaian ini tentu tidak lepas dari latihan fisik yang melelahkan. Di sela-sela jadwal sekolah, Faishal terbiasa berolahraga rutin, terutama lari. Selain itu, kecintaannya pada kedisiplinan dan bela negara telah tumbuh sejak kecil. Terlebih karena ayahnya juga seorang anggota TNI Angkatan Darat. Cita-citanya pun jelas mengikuti jejak sang ayah.
Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, Faishal tumbuh di lingkungan yang menekankan keseimbangan antara tanggung jawab, belajar, dan kegiatan sosial. Ayahnya, Budi Ari, mengaku tidak pernah menyangka anaknya akan sampai sejauh ini. Ia menilai kemampuan Faishal dalam mengatur waktu menjadi salah satu kunci utama kesuksesannya.
“Dia tahu kapan waktunya belajar, kapan bantu orang tua, dan kapan bermain. Itu yang saya tekankan sejak dulu,” ujar Budi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pundong Yakun Paristri menilai, Faishal sebagai pribadi yang disiplin, sopan, dan memiliki karakter kuat. “Bakatnya di bidang baris-berbaris sudah terlihat sejak awal. Tapi yang paling menonjol adalah karakter dan tata kramanya," jelasnya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita