BANTUL – Suasana haru menyelimuti rumah duka di Jalan Munggur Nomor 6, Jomblang, Janti, Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7). Diplomat ahli muda Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan, tiba sekitar pukul 15.42.
Setibanya di rumah duka, jenazah langsung dibawa masuk untuk disalatkan. Mengingat banyaknya pelayat yang hadir, prosesi salat jenazah dilakukan dalam beberapa kloter. Tampak keluarga, kerabat, rekan kerja, hingga warga sekitar memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir. Belasan karangan bunga berjejer di sepanjang jalan menuju rumah duka, sebagai bentuk belasungkawa.
Baca Juga: Program Baktiku Negeriku 2025, Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Desa
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha, turut hadir dan menyampaikan sambutan sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir. Dalam pidatonya, Judha mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang penuh dedikasi dan kepedulian.
“Mas Daru bergabung di Kementerian Luar Negeri sejak 2014. Kami menyaksikan sendiri bagaimana ia membantu anak-anak terlantar, mengevakuasi WNI, dan selalu peduli pada sesama,” ujar Judha dengan suara bergetar menahan tangis Rabu (9/7).
Momen haru tak berhenti di situ. Anak kedua almarhum Alarik Almajid Pangayunan sempat mempersembahkan permainan piano sebagai bentuk perpisahan untuk sang ayah tercinta. Diketahui Alarik memiliki darah seni dari ayahnya.
Sekitar pukul 16.30, jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman di Sunthen, Jomblang, Banguntapan, Bantul. Lokasi pemakaman berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah duka.
"Perjalanan ke pemakaman sekitar tiga kilo arah selatan dari sini," ungkap Meta Bagus, kakak ipar almarhum.
Prosesi pemberangkatan berlangsung penuh isak tangis dari para pelayat yang mengantar hingga jenazah dimasukkan ke dalam mobil ambulans.
Seperti diberitakan sebelumnya, Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sebuah kamar kos di kawasan Jakarta Pusat. (cr2)
Editor : Heru Pratomo