Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono Sangu Sapu Lidi dan Serok di Dalam Mobil, Akan Periksa Kebersihan Rumah Warga

Naila Nihayah • Jumat, 4 Juli 2025 | 16:10 WIB

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menunjukkan sapu lidi dan ekrak di bagasi mobil dinasnya, Kamis (3/7).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menunjukkan sapu lidi dan ekrak di bagasi mobil dinasnya, Kamis (3/7).
 

 

 

 

MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memilih sangu tak biasa. Berupa sapu lidi dan serok di bagasi mobil dinasnya. Bukan sekadar simbol, sapu itu digunakan langsung olehnya setiap kali menemukan sampah berserakan saat berkeliling kota.

Damar menjadikan kebersihan sebagai isu utama dalam kepemimpinannya. Dia menyebut, rumah tangga yang bersih adalah fondasi dari lingkungan kota yang sehat. Bahkan saat blusukan, dia tak ragu masuk ke permukiman warga, memeriksa apakah rumah-rumah terjaga kebersihannya.

"Saya pastikan lantainya disapu. Karena kebersihan dan kerapian harus menjadi budaya kita. Ini bukan sekadar tugas petugas kebersihan, tapi kesadaran bersama," tegasnya di Gedung Wanita, Kamis (3/7).

Ditanya soal keberadaan sapu lidi di mobil dinasnya, Damar menjawab, itu adalah bentuk komitmennya. Bagi dia, kepemimpinan tidak boleh terjebak di ruang rapat dan meja kerja.

Seorang pemimpin, katanya, harus mampu menyatukan pikiran, hati, dan tindakan. "Dalam kepemimpinan, prinsip saya adalah together we can, kalau bersama, kita bisa melakukan perubahan yang lebih besar," katanya.

Dia mencontohkan, saat menemukan sampah di trotoar atau fasilitas umum yang rusak, dia tidak serta-merta menunggu laporan resmi. Jika perlu, dia turun tangan sendiri. Damar menyapu, mencatat, dan memanggil dinas terkait.

Tapi bagi dia, seorang wali kota bukan hanya manajer birokrasi. Tapi juga konduktor orkestra yang memastikan semua unsur bekerja harmonis.

"Kita ini mengorkestrasi. Tapi kalau hanya duduk di kantor dan tidak tahu apa yang terjadi di lapangan, maka kita akan kehilangan substansi kepemimpinan," ucapnya.

Langkah Damar menyapu sendiri bukanlah gimmick. Ini adalah bagian dari strategi membangun kesadaran kolektif. Dia menyadari, satu sapu di tangan wali kota tak bisa membersihkan seluruh kota.

Tapi menjadi contoh dari pemimpin yang bisa menyentuh hati banyak orang untuk melakukan hal yang sama.

Kota Magelang, di tangannya, bukan sekadar kota yang dikelola, tetapi rumah bersama yang harus dijaga. "Marilah kita jaga Kota Magelang bareng-bareng. Kota ini perlu kebersamaan," ajaknya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Sapu Lidi #kebersihan #dAMAR PRASETYONO #Trotoar #kota #wali kota magelang