RADAR JOGJA – Dedi Mulyadi, tokoh politik asal Subang, Jawa Barat, telah menjadi sorotan nasional sejak bergabung dengan Partai Gerindra pada Mei 2023.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam karier politiknya setelah sebelumnya berkiprah di Partai Golkar.
Sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Dedi memainkan peran kunci dalam memperkuat basis partai di Jawa Barat dan mendukung visi nasional Prabowo Subianto.
Lahir pada 11 April 1971, Dedi memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Purwakarta pada 1999.
Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati dan Bupati Purwakarta selama dua periode.
Pada 2019, Dedi terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.
Namun, pada Mei 2023, ia mengundurkan diri dari Golkar dan DPR RI, kemudian bergabung dengan Gerindra.
Pada 18 Agustus 2023, Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Dedi sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.
Dedi menyatakan komitmennya untuk memenangkan Prabowo dan Gerindra dalam Pemilu 2024.
"Saya akan mengemban tugas ini serta memenangkan Pak Prabowo dan Partai Gerindra pada pemilu nanti, baik di tingkat Jawa Barat maupun di seluruh Indonesia," ujar Dedi.
Pada Pilkada Jawa Barat 2024, Dedi maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Erwan Setiawan.
Didukung oleh Koalisi Indonesia Maju, pasangan ini meraih kemenangan telak dengan 62,22% suara, mengungguli tiga pasangan lainnya di seluruh 27 kabupaten dan kota.
Mereka resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta.
Sebagai gubernur, Dedi meluncurkan program pelatihan militer bagi siswa bermasalah.
Sebanyak 272 siswa dari 106 sekolah di Jawa Barat dikirim ke barak militer untuk pelatihan bela negara dan pengembangan karakter.
Program ini menuai pro dan kontra.
Menteri HAM Natalius Pigai mendukung program ini, menyatakan bahwa itu tidak melanggar HAM karena fokus pada pembentukan karakter, bukan hukuman fisik.
Namun, Komnas HAM mengkritik keterlibatan TNI dalam pendidikan sipil, meminta Dedi mengevaluasi kembali kebijakan ini karena dianggap di luar kewenangan militer.
Kehadiran Dedi di Gerindra memperkuat posisi partai di Jawa Barat, provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.
Sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina, ia membantu merumuskan strategi partai dan mendukung kampanye Prabowo Subianto sebagai presiden.
Dedi juga aktif dalam kampanye untuk Pemilu 2024, mempromosikan visi Gerindra dan Prabowo Subianto.
Ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat, yang sejalan dengan agenda nasional Gerindra, seperti Asta Cita untuk Indonesia Emas 2045.
Dedi Mulyadi telah menunjukkan dirinya sebagai politisi yang adaptif dan berpengaruh, baik dalam Partai Gerindra maupun sebagai Gubernur Jawa Barat.
Kepindahannya dari Golkar ke Gerindra pada 2023 adalah langkah strategis yang memperkuat posisinya di panggung politik nasional.
Dengan peran sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina dan kemenangan telak di Pilgub Jabar 2024, Dedi telah menjadi aset penting bagi Gerindra, membantu partai memperluas pengaruhnya di Jawa Barat dan mendukung visi nasional Prabowo Subianto.
Meskipun menghadapi kontroversi, pendekatan humanis dan komitmennya terhadap rakyat menjadikannya salah satu pemimpin yang patut diperhatikan di masa depan. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva