JOGJA - Pencapaian akademik yang prestisius baru saja ditorehkan oleh Siti Fadila Nuraisyah, mahasiswi yang baru saja mengikuti wisuda di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 23 April kemarin, berhasil mencuri perhatian civitas akademika UGM yang lainnya.
Bukan tanpa sebab, Fadila mencuri perhatian sebagai lulusan termuda dari prodi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, dengan usia 22 tahun 7 bulan 21 hari. Usia yang tergolong luar biasa muda mengingat rata-rata usia lulusan program magister periode ini mencapai 29 tahun 6 bulan 15 hari.
Disebutkan, perjalanan akademiknya memang tak biasa. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di UGM hanya dalam waktu kurang lebih lima tahun melalui program fast track. Program ini memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk langsung melanjutkan studi magister bahkan saat masih menyelesaikan tahap akhir jenjang sarjana.
Masa studi S1 di program studi Manajemen Sumber Daya Akuatik berhasil diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun 9 bulan, sementara studi S2 Siti hanya membutuhkan waktu 1 tahun 5 bulan 16 hari. "Saya terbantu sekali dengan program fast track yang diadakan Fakultas Pertanian," katanya, Kamis (24/4).
Ia menyampaikan, dalam prosesnya sama sekali tidak mudah, ia sempat keteteran karena harus mengikuti kuliah di dua jenjang sekaligus. "Saat tugas akhir S1, saya juga sudah ikut kuliah S2. Tantangannya besar, terutama manajemen waktu, tapi saya bersyukur bisa melaluinya," kenangnya.
Lebih lanjut, selama perjalanan akademiknya, ia banyak mendapat dukungan dari pihak keluarga yang banyak berkecimpung di dunia pendidikan, sehingga selalu memotivasi dirinya untuk berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik.
"Nenek dan ibu saya guru. Saya tumbuh dalam lingkungan yang menghargai proses belajar. Orangtua selalu berkata, Pendidikan anak harus lebih tinggi dari orang tuanya, dan selama ada kesempatan baik, jangan pernah disia-siakan," ungkapnya.
Meski memiliki aktivitas yang padat, Fadila mengaku bahwa ia tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia mengaku penting untuk menjaga kesehatan mental agar tetap produktif.
"Saya meluangkan waktu untuk healing, seperti beli makanan kesukaan, atau nonton film. Bagi saya, menjaga semangat dan menghindari kejenuhan sangat penting untuk tetap optimal," ujarnya. (iza)
Editor : Heru Pratomo