JOGJA - Bidang akademik jadi hal yang ditekuni oleh Apt. Danang Prasetyaning Amukti, alumnus Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini, membuktikan konsistensi dan dedikasinya dalam dunia akademik. Dengan ketekunannya, Danang telah mempublikasikan berbagai penelitian di jurnal bereputasi internasional.
Disebutkan, beberapa jurnal yang telah menerima risetnya antara lain BIO Web of Conferences, Scypta Medica, Bulgarian Cardiology, serta berbagai jurnal terindeks SINTA seperti Jurnal Pharmascience dan Biomedical Journal of Indonesia. Berkat kiprahnya di bidang farmasi klinis, namanya makin dikenal sebagai akademisi yang produktif dan kompeten.
Baca Juga: Permintaan 1,7 Juta, Baru Terpenuhi 297 Ribu, Menteri P2MI Ajak Warga Magelang Jadi Tenaga Migran
"Perjalanan publikasi akademik ini tidak mudah. Konsistensi menetapkan target penelitian tahunan, dan keterampilan menulis akademik itu harus terus diasah," katanya, Senin (14/4).
Ia juga mengungkapkan, membangun kebiasaan membaca jurnal bereputasi sangat membantu dalam memahami tren penelitian terbaru, sekaligus memperkaya wawasan untuk menghasilkan penelitian berkualitas.
"Kolaborasi dengan dosen dan mahasiswa lain juga memberi perspektif yang lebih luas, agar hasilnya makin solid dan bernilai tinggi di dunia akademik," paparnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Kebumen Pelototi Langsung Presensi Anggotanya, Yang Paling Rajin Ngantor Dapat Hadiah
Dalam menyusun publikasi, Danang mengaku memiliki trik tersendiri agar dapat menembus jurnal bereputasi. Salah satunya, mencari jurnal open-access berkualitas menggunakan platform seperti Scimago Journal & Country Rank serta SINTA. Selain itu, ia juga menggunakan visualisasi data melalui BioRender untuk memperjelas konsep penelitian, sehingga lebih mudah dipahami oleh editor dan reviewer jurnal.
"Dengan pendekatan ini, banyak publikasi saya yang akhirnya berhasil diterima di jurnal internasional bereputasi," lontarnya.
Diakuinya, motivasi utamanya dalam perjalanan akademik berasal dari pesan orang tuanya, salah satu yang ia pegang adalah kayfa akhofu minal faqr wa ana abd Al-Ghaniy, yang berarti bagaimana aku takut miskin, sementara aku adalah hamba dari Zat yang Maha Kaya.
"Prinsip itu membuat saya terus berusaha dan tidak takut tantangan di dunia akademik atau profesional. Usaha yang gigih dan percaya diri itu kunci utama meraih sukses," sebutnya.
Berkah kegigihan tersebut, juga membawanya mendapat kesempatan menjadi dosen di Universitas Alma Ata sebelum resmi di wisuda. Setelah menyelesaikan sidang pendadaran tesis, Danang langsung melamar ke berbagai perguruan tinggi dan akhirnya diterima.
Portofolio yang telah ia bangun selama studi di Magister Farmasi UAD menjadi bekal utama dalam membuktikan kompetensinya sebagai calon akademisi.
"Saya merasa, Alma Ata jadi tempat yang tepat untuk berkembang dan berkontribusi lebih jauh di dunia pendidikan," tandasnya. (iza)