Lurah Murtigading Bambang Trijanto punya cerita mengesankan sewaktu dirinya masih menjadi guru di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.
Dia turut bangga dan tak menyangka anak didiknya banyak yang menjadi pejabat negara. Mulai dari menteri hingga sekretaris kabinet di era Presiden Prabowo.
Khairul Ma'arif, BANTUL
Bambang mengaku, 24 tahun mengabdi di SMA Taruna Nusantara. Dia merupakan guru Akuntansi.
"Saya jadi guru di SMA Taruna Nusantara dari 1990 hingga 2014," kata Bambang, Selasa (8/4/2025) saat ditemui di kantornya.
Setelah berhenti dari profesinya sebagai guru, pada 2022 lalu dia mengikuti kontestasi pemilihan lurah. Dan terpilih sebagai Lurah Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sugiono, Sudaryono, Prasetyo Hadi, dan Teddy Indra Wijaya merupakan segelintir nama besar yang menjadi muridnya.
Mereka pernah menjadi murid Bambang selama tiga tahun di SMA Taruna Nusantara Magelang.
Pria 72 tahun ini menyebut, kini murid-muridnya itu tekah menjadi pejabat negara.
AHY menjadi Menteri Koordinator Infrastruktur.
Sugiono menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Kemudian Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Adapun Menteri Sekretaris Negara dijabat oleh Prasetyo Hadi hingga Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Bambang merupakan pria asli Murtigading yang tumbuh dan besar di Bantul.
"Memang di SMA Taruna Nusantara dididik untuk menjadi pemimpin," sambungnya.
Dia menceritakan, ketika studi banding sekolahnya selalu mendatangi Mabes TNI atau Mabes Polri.
Itu lantaran sekolahnya yang menerapkan kedisiplinan menjadikan dua instansi tersebut sebagai acuan.
Selain itu, dua instansi tersebut menjadi acuan untuk para siswanya dapat melanjutkan karir sebagai seorang profesional.
Bambang menuturkan, menjadi menjadi guru di SMA Taruna Nusantara sejak 1990 menjadi generasi pertama.
Pasalnya, baru pada tahun tersebut sekolah yang biasa dikenal SMA TN itu baru mulai beroperasi 1990.
"Dahulu saya seleksi masuk SMA Taruna Nusantara lolos persyaratannya banyak banget dan tesnya di Jakarta," bebernya.
Proses seleksinya di Jakarta karena seleksi nasional berlangsung selama sepekan. Lantas dia bermigrasi dari Murtigading ke Magelang selama menjadi pengajar bersama keluarganya.
Selain lima nama beken di atas, ada juga sosok lainnya yang menjadi murid Bambang.
Seperti Brigjen Hengki Haryadi, Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Dirut Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan.
"Saya mengalami mengajar mereka semua mulai dari AHY sampai Dirut Garuda," tuturnya.
Karirnya menjadi lurah merupakan cita-citanya sejak jauh sebelum menjadi guru. Namun, tidak bisa direalisasikannya sehingga berkarir sebagai pengajar.
Pria kelahiran tahun 1953 itu mengungkapkan, pensiun di 2014 dari guru tidak langsung menjadi lurah. "2016 saya kalah pilihan lurah," tuturnya.
Tidak menyerah, enam tahun setelahnya atau 2022 kembali mencalonkan lagi.
Baru pada pencalonannya yang kedua ini dapat memenangkan pemilihan lurah dan menjabat sampai sekarang. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva