Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Muhammad Irhas Noor, Mahasiswa UNY yang Juga Santri, Takmir Masjid hingga Relawan Disabilitas

Fahmi Fahriza • Sabtu, 29 Maret 2025 | 05:11 WIB

 

 

Muhammad Irhas Noor
Muhammad Irhas Noor

JOGJA - Berbagai kegiatan berbasis pendidikan, pengabdian, hingga dakwah dijalani beriringan oleh Muhammad Irhas Noor. Mahasiswa prodi  Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta (PLB UNY) angkatan 2022 ini, aktif menjadi santri, takmir masjid, hingga relawan bagi penyandang disabilitas.

Irhas datang dari latar belakang keluarga yang cukup religius dan dekat dengan agama. Ayahnya seorang ketua yayasan yang membawahi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di salah satu masjid di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibunya juga sama, memiliki keturunan guru di daerah Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur.

“Namun perjalanan saya tidak serta merta  dibarengi pendidikan keislaman dari awal. Saya baru masuk ke pondok pesantren kali pertama ketika kuliah,” katanya kepada Radar Jogja, Rabu (19/3).

Laki-laki asal Tasikmalaya ini menuturkan, ia saat ini selain kuliah, cukup banyak mengikuti kegiatan ormawa dan komunitas di UNY. Antara lain Keluarga Muslim Ilmu Pendidikan (KMIP) yang saat ini diamanahi sebagai ketua Takmir Musala Al-Qolam FIPP UNY, dan aktif sebagai relawan di Laboratorium Pendidikan Luar Biasa (Lab PLB) UNY sebagai staf media. 

“Saya juga aktif sebagai santri di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin, serta tergabung dalam komunitas Teman Inklusi,”  paparnya.

Ia berujar, ketertarikannya masuk ke jurusan PLB karena merupakan jurusan kependidikan yang memberi akses ke dunia disabilitas secara komprehensif. Meskipun tidak menutup kemungkinan jurusan yang lain juga punya akses sama, tetapi pendidikan untuk disabilitas hanya bisa didapatkan lewat PLB. 

“Selain itu, dorongan untuk mengambil jurusan kependidikan yang agak lain dari jurusan yang biasanya. Itu memperkuat saya untuk mengambil dunia pendidikan luar biasa,” ungkapnya.

Ia bertekad dalam dunia pendidikan dan dakwah keislaman, goals terbesarnya menjadi seorang great educator, yang memiliki institusi pendidikan, dan bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Utamanya disabilitas serta pendidikan, dan pendidikan keislaman. 

“Institusi itu saya harapkan terjadi pada 10 tahun mulai dari sekarang," harapnya.

 

Ia berpandangan, institusi tersebut nantinya juga akan dimulai dari masjid. Ia menginginkan sumbu awal dari itu semua adalah masjid. Gagasan ini telah ia sampaikan ketika mengikuti kompetisi Project Pemberdayaan Masyarakat, yakni Penggerak Muda Nusantara.

"Saya memiliki keyakinan, kita ini selain punya tugas untuk aktualisasi diri, juga punya tugas untuk berdakwah di muka bumi," ujarnya.

Dalam konteks akademik, laki-laki kelahiran  18 Mei 2003 ini juga memiliki berbagai prestasi dan pengabdian yang membanggakan. Mulai dari menjabat wakil ketua BEM FIPP UNY 2024, dan mengabdi di KMIP FIPP UNY selama dua tahun sebagai staf Badan Riset dan Keilmuan (BRK) dan berhasil menerbitkan tujuh buletin yang berbicara soal isu-isu keislaman. 

Selain itu, ia pernah menjadi koordinator PKKMB FIPP UNY 2023 dan memimpin project pemberdayaan masyarakat PPK Ormawa BEM FIPP selama lima bulan. 

Irhas juga pernah memenangkan beberapa kompetisi. Antara lain, juara 3 PKM Competition UKMF Kristal FEB UNY 2023, juara 2 LIP3D UNY #2, juara 1 Cover Bahasa Isyarat FIND PLB 2024, juara 2 Cover Bahasa Isyarat FIND PLB 2023, lolos terdanai PPK Ormawa 2024, serta finalis Abdidaya Ormawa 2024. 

Prestasi lainnya, ia juga menjadi awardee Beasiswa Youlead dari Dompet Dhuafa, sering  diundang sebagai pembicara dalam event bertemakan leadership seperti FIPP Leaders Academy (FLA), Angkatan Mahasiswa Muslim (AMM) 2024, Kelas Kepemimpinan BEM FMIPA 2024, SDP Leadership PKKMB FIPP 2024, Inspirasi Lentera Peradaban TUPAI FIPP 2024, dan juga Rangkai Cita 2023. 

“Sering juga diminta jadi MC dan moderator di kegiatan kampus. Saya juga telah menulis beberapa cerita pendek yang dimuat di buku berjudul ‘Buah Literasi, terbit tahun 2022 dan This is Me yang terbit 2023," urainya.

Dalam beberapa kesempatan, ia juga sering diminta oleh rektorat UNY untuk menjadi interpreter atau penerjemah bahasa isyarat dalam kegiatan-kegiatan seperti wisuda, yudisium PPG, pengukuhan guru besar, dan juga workshop.

“Di luar itu, saya sering ikut kajian ilmiah dan keislaman. Juga suka membaca buku soal tarbiyah dan dakwah. Dan yang paling saya suka adalah mendaki gunung,” paparnya.

Laki-laki yang bercita-cita menjadi guru ini menambahkan, saat ini ia memiliki beberapa target personal, termasuk bisa segera menyelesaikan studinya di 2025. “Saya juga sedang mempersiapkan diri S2 PLB dengan Beasiswa LPDP dalam negeri,” tandasnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#FIPP #universitas negeri yogyakarta #Kegiatan #kompetisi #BEM #fmipa #Teman Inklusi #relawan #religius #PLB UNY #Pendidikan #Taki Udon #Disabilitas #Dakwah #penyandang disabilitas #beasiswa lpdp #pendidikan luar biasa #pengabdian #santri