Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Konten Foto dan Video PSIM Jogja,  Muhammad Arfitian: saat Gol Roken Tampubolon di Semifinal Itu Saya Menangis di Pinggir Lapangan

Fahmi Fahriza • Jumat, 28 Februari 2025 | 04:58 WIB
Momen Muhammad Arfitian saat mendukung dan bekerja untuk PSIM Jogja.
Momen Muhammad Arfitian saat mendukung dan bekerja untuk PSIM Jogja.

 

RADAR JOGJA - Keberhasilan PSIM Jogja promosi ke Liga 1 sekaligus menjuarai Liga 2, tentu membawa kebahagiaan bagi banyak pihak.

Salah satu orang yang teramat berbahagia atas pencapaian itu adalah Muhammad Arfitian.

 

Atin, panggilan akrabnya, merupakan fotografer dari tim PSIM. Ia sudah menjadi bagian dari PSIM sejak 2021 silam.

Namun bertahun-tahun lamanya sebelum bergabung dengan Laskar Matarm, ia juga merupakan suporter yang cukup fanatik untuk PSIM.

"Kalau tim kalah saya juga sedih dan merasakan hal yang berat juga karena saya juga berawal dari suporter," ungkapnya.

Disebutkan, sejak bergabung menjadi bagian dari PSIM pada 2021, ia sempat dua tahun menjadi videografer.

Lalu dua tahun setelahnya atau sejak 2023 ia sepenuhnya menjadi fotografer.

"Pertama kali nonton dan cinta PSIM saat kelas 5 SD. Dulu nonton sama kakak sepupu dan pakde. Itu sekitar tahun 2009," katanya kepada Radar Jogja, Rabu (26/2/2025).

Selama kurang lebih 16 tahun mendukung dan menanti PSIM bisa kembali berlaga di kasta tertinggi liga Indonesia, penantian itu akhirnya tercapai.

Lebih istimewanya, kini Atin juga menjadi bagian dari perjalanan PSIM yang berhasil promosi ke Liga 1.

"Saya tidak bisa mengungkapkan perasaan saya. Tapi benar-benar bahagia dan saya nangis. Saya tidak pernah berganti klub walau prestasi dan penampilannya sempat naik turun," sebutnya.

Laki-laki asal Kricak, Tegalrejo, Jogja ini mengungkapkan, selama mendukung PSIM ia memiliki banyak momen yang cukup sentimental.

Baik saat mendukung dengan teriakan dari tribun penonton, atau saat memberi dukungan melalui jepretan foto dan video yang dilakukannya.

"Salah satu momen terbaru yakni semifinal lawan PSPS Pekanbaru, saat gol Roken Tampubolon itu saya menangis di pinggir lapangan," ungkapnya.

Secara pribadi Atin mengaku masih tidak menyangka dengan pencapaian PSIM yang berhasil lolos ke Liga 1. Baginya hal itu adalah mimpi panjang yang menjadi kenyataan.

"Dulu saat kecil cuma nonton di tribun, sekarang di area lapangan dan mengukir sejarah bersama. Perjuangannya panjang, terpuaskan dan meledak bahagianya," sebutnya.

Lebih lanjut sebagai salah satu orang yang cukup tahu secara mendalam di dalam dan luar lapangan, Atin merasa bahwa kecintaannya terhadap PSIM masih sama besarnya. Bahkan selalu bertambah dari masa ke masa.

"Saya berusaha mendokumentasikan gambar yang baik, agar PSIM juga lebih baik di khalayak, di fans. Saya mendukung sepenuh hati, tapi dengan cara yang berbeda dibanding dulu," paparnya.

Seperti kebanyakan warga Jogja dan juga Brajamusti, Atin berharap PSIM bisa melangkah jauh dengan napas yang panjang di Liga 1 kelak.

Menurutnya, skuad dan manajerial yang sekarang sedang menatap Liga 1 sudah memiliki komposisi yang ideal. "PSIM kebersamaannya bagus sekali. Tidak hanya dari aspek profesional, secara personal juga sangat hangat dan menyenangkan," ungkapnya. (laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#videografer #tim psim #video PSIM #Suporter #Fotografer #Konten Foto #Liga 2 #Liga 1 #PSIM Jogja